Lili (On Going)

Lili (On Going)

  • WpView
    Reads 302
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 9, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Flora Lili Frasanti, sama seperti namanya yang indah. Dia adalah penyuka bunga Lyli, semenjak dia bertemu dengan anak laki-laki yang pernah dia minta permen kapas nya. ~~~~00~~~~ "Mamang pelit, awas aja kalo aku punya banyak uang aku bakal borong itu semua. Kalo perlu aku beli pabrik nya sekalian" seru bocah umur 7 tahun itu dengan ekspresi marahnya. Lili, bocah umur 7 tahun itu yang baru datang langsung meminta permen kapas dari sang penjual dengan bangganya. Apapun yang dia inginkan tidak dia dapatkan, dengan cara memintapun tidak masalah baginya. Kalau bisa minta kenapa harus bayar! Start: 09, Januari 2021 Flora Lili Frasanti
All Rights Reserved
#91
lili
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GANTARA | TAMAT
  • Anna's Secret [END]
  • LANGIT & BULAN
  • Arselio Maverick P.
  • Lio & Aqila (END)
  • F L O R A [COMPLETE]
  • Dear Louisa (END)
  • "Si Caramel & Si Dingin" (FreFlo)
  • Arlio Pradipta Alexander [REVISI]

Start : 27 Juli 2021 Ending : 27 Desember 2021 BELUM REVISI! Jatuh cinta itu menyebalkan. Penuh rasa sakit juga perjuangan. Mentari yang memiliki sikap bar-bar serta tomboi dan jangan lupakan otaknya yang pas-pasan. Harus dipaksa memikirkan banyak cara demi melanjutkan masa depannya bersama sang pujaan hati. Dia, Genta Bagaskara. Sang penguasa sekolah yang terkenal dengan sikap batunya. Mungkin jika ingin berbicara dengannya kalian harus membayar lebih karena mendengar satu kata yang keluar dari mulutnya sama seperti menunggu ayam jantan bertelur. Impossible! "Ingat! Kalau seribu cara gak bisa buat lo takluk. Gue siap maling ke rumah lo, buat ambil salah satu celana bermotif SpongeBob kesukaan lo," ancamnya penuh percaya diri. "Buat apa?" Ia melotot kaget mendengar ancaman Mentari yang secara gamblang membuka kartunya. "Gue pelet, kalau gak mempan. Gue santet!" Seringainya seolah perkataannya bukan hanya sebuah lelucon. Berhasilkah Mentari mencuri hati sosok penguasa sekolah dengan perjuangan atau justru dengan cara instant, bernama pelet? Note : Revisi dan Publish ulang

More details
WpActionLinkContent Guidelines