Dialog Jiwa

Dialog Jiwa

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 28, 2023
WpInfo
Fiction
Horror
Aku berbeda? Mungkin... Entahlah... Tapi satu yang pasti aku bisa melihat mereka yang kalian sebut dengan sebutan "HANTU". Aku tak pernah memanggil " Mereka", aku tak pernah mencari "mereka" Tapi "mereka" Sendiri yang datang padaku, meminta bantuan dariku dan yang terpenting "mereka" telah mengubah seluruh hidupku. Ini bukan sekadar novel tapi catatan dialog ku bersama "mereka". Di sini aku akan membagikan kisahku dengan kalian. Bagaimana aku untuk pertama kalinya melihat "mereka", perjalanan astral Projection ku, pertemuan dan pertemanan ku dengan teman tak kasat mata dan pertemuan ku dengan mistikus yang telah lama meninggal, wejangan yang kudapat dan gambaran masa lalu dan masa depan yang membuat ku lebih menghargai apa arti kehidupan dan bagaimana aku mencintai Jiwa-jiwa ini dan dengan mantap memberikan seluruh hidupku untuk menolong "mereka". Ikuti kisah ku... Sebagai si Pemandu Jiwa untuk mereka yang tak kasat mata dalam Dialog Jiwa...
All Rights Reserved
#2
terlahir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • INCANTO (Tamat)
  • When I Kiss You
  • Questism x Reader : With Asya
  • THE POWER OF MY EYES [BOYSTORY]
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu

Aku nggak pernah menyangka-bahwa setelah bertahun-tahun menikah dengan Dinda, perempuan yang tumbuh bersamaku dalam suka dan luka, hatiku justru bergetar oleh hadirnya Arunika, seorang wanita yang usianya delapan tahun lebih muda dariku. Dan aku? Terjebak di antara rasa bersalah dan perasaan yang tak pernah kuminta hadir. Awalnya kupikir itu cuma jeda sejenak dari lelahnya hidup. Tapi perasaan itu tumbuh diam-diam, mengakar, dan mulai mengguncang segala yang kukira telah mapan. Arunika datang sebagai angin segar, tapi juga badai yang memporak-porandakan rumahku sendiri. Lalu waktu berjalan. Arunika pergi. Dan aku kembali berhadapan dengan Dinda-perempuan yang tidak hanya ditinggal, tapi juga dikhianati. Kami belajar berdamai, meski dengan luka yang belum kering. Tapi ketika aku mulai ingin mencintainya lagi, semesta seperti menguji: hadir sosok lelaki lain yang mulai mengisi ruang yang dulu penuh dengan namaku. Ini bukan kisah tentang siapa yang paling mencinta. Tapi tentang siapa yang memilih tetap tinggal, bahkan setelah semuanya hampir runtuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines