Dialog Jiwa

Dialog Jiwa

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 28, 2023
Aku berbeda? Mungkin... Entahlah... Tapi satu yang pasti aku bisa melihat mereka yang kalian sebut dengan sebutan "HANTU". Aku tak pernah memanggil " Mereka", aku tak pernah mencari "mereka" Tapi "mereka" Sendiri yang datang padaku, meminta bantuan dariku dan yang terpenting "mereka" telah mengubah seluruh hidupku. Ini bukan sekadar novel tapi catatan dialog ku bersama "mereka". Di sini aku akan membagikan kisahku dengan kalian. Bagaimana aku untuk pertama kalinya melihat "mereka", perjalanan astral Projection ku, pertemuan dan pertemanan ku dengan teman tak kasat mata dan pertemuan ku dengan mistikus yang telah lama meninggal, wejangan yang kudapat dan gambaran masa lalu dan masa depan yang membuat ku lebih menghargai apa arti kehidupan dan bagaimana aku mencintai Jiwa-jiwa ini dan dengan mantap memberikan seluruh hidupku untuk menolong "mereka". Ikuti kisah ku... Sebagai si Pemandu Jiwa untuk mereka yang tak kasat mata dalam Dialog Jiwa...
All Rights Reserved
#13
kedua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • OBOR PITU
  • Asmara Jingga (Tamat)
  • Marvarsha! Bertukar Jiwa
  • Hana's Indigo (True Story) ( Repost Ulang Sampai Tamat )
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • THE POWER OF MY EYES [BOYSTORY]
  • 74/366
OBOR PITU

"Kau adalah penerus terakhir darah Sri Murni. Hanya kau yang bisa menyalakan obor itu kembali." Kumala Wijayanti, gadis 17 tahun dengan kaki pincang dan hidup sederhana, tak pernah menyangka masa depannya ditentukan oleh sebuah desa yang bahkan tak tercatat di peta. Kedatangan Pandu-pemuda misterius dari desa gaib Obor Pitu-mengubah segalanya. Ia diberi tiket menuju dunia di mana waktu berhenti dan cahaya obor menjadi sumber kehidupan. Di sana, Kumala harus memilih: menerima takdir sebagai penyelamat desa terkutuk itu, atau menolak panggilan darahnya dan kehilangan orang-orang yang mulai ia cintai. Namun setiap obor yang menyala menuntut pengorbanan, dan setiap rahasia yang terbuka membawa Kumala pada kebenaran pahit tentang cinta, darah, dan takdir yang tak bisa dihindari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines