I'm never believe you again

I'm never believe you again

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 9, 2021
Seorang pria bernama Ryan Rivanno sering mangalami hal pahit dalam hidupnya. Ia sudah tidak tahu lagi mesti percaya pada siapa. Ibunya? oh dia pengkhianat. Ayahnya? dia terlalu sibuk dengan duniawi. Kekasihnya? dia sudah hilang dari muka bumi ini. Hidupnya saat ini penuh dengan kegelapan, dia sudah berusaha percaya pada semua orang tapi ada saja yang berkhianat padanya. Apakah Tuhan sudah tidak menyukainya? Dia mulai kehilangan kepercayaannya sejak kekasihnya pergi meninggal dunia tanpa sepengetahuan dia. Dia benar-benar kecewa dan tidak percaya lagi pada semua orang terutama wanita di muka bumi ini....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Katanya Jadi Anak Terakhir Enak - WOONHAK [Terinspirasi dari kisah nyata]
  • Addicted | Warn NC 18+ |
  • HER SHADOW
  • RE: [TAMAT]
  • CINTA SANG AJUDAN (Mantan Suamiku, Berhentilah Menggodaku)
  • LIO And His Daughter
  • RENJANA DERANA [END]
  • 𓊈salju di Gurun pasir𓊉rioncaine
  • Stepfather

Sejak hari itu, ayah tak pernah lagi menginjakkan kaki ke rumah. Tapi bayangannya masih menempel di tiap sudut di kursi kayu ruang makan, di seragam kerja yang masih tergantung di lemari, bahkan di kepala Wilano yang mulai sulit membedakan antara rindu dan benci. Dan suatu sore, saat langit menggantung kelabu dan gerimis turun perlahan, ledakan itu terjadi. "Gue bakal ke rumah Ayah bentar, mau ngobrol langsung," kata Rian pelan, mengambil jaketnya di gantungan. Suaranya hati-hati, tapi cukup untuk membakar emosi Seno yang sejak pagi sudah seperti bom waktu. "Ngapain lo ke sana?! LO PILIH DIA?!" Semua yang ada di ruang tengah menoleh. Suara Seno menggelegar, membuat udara di rumah seperti bergetar. Rian menoleh cepat, matanya melebar tak percaya. "Gue cuma mau bicara, Sen. Dia tetap ayah gue juga. Lo gak bisa larang gue ketemu orang yang selama ini ngerawat gue!" sahut Rian, nadanya naik. "Dia bukan ayah lo. Dia pengkhianat. Dan siapa pun yang masih mau bela dia... gak layak tinggal di sini." Suasana berubah tegang. Jaya berdiri setengah badan, siap menengahi kalau sewaktu-waktu keadaan makin memanas. Theo mengerutkan alis, tapi tetap tak banyak bicara. Wilano menatap semuanya dengan mata membesar. Dia tak mengerti, mengapa semuanya harus sejauh ini. Leon, yang sedari tadi diam, berdiri perlahan. "Kalau lo pikir begitu... gue ikut Bang Rian."

More details
WpActionLinkContent Guidelines