We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Untuk kertas & pena

Untuk kertas & pena

  • WpView
    Reads 1,406
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Apr 24, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Dibawah kotak deskripsi; Tabel 49 frekuensi saya menulis kisah yang bertimbul tetapi tambal, kisahku akan tetap menjadi kisahku lalu, menjadikanmu abadi didalam titik koma; ketika mereka memilih untuk mengakhiri kalimat tetapi tidak dengan perjuanganku untuk tetap memilih tidak mengakhiri kisahmu dan kisahku adalah kisah kita yang akan terus terukir sampai tanda titik berakhir pada halaman terakhir. Happy Reading Everyone🤍🕊🤍 Note: Asyifa Maryam Shaheen
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Berbalut Puisi
  • THE BADBOY [TAMAT: PART LENGKAP]
  • SajakSesak [Arief Aumar]
  • Kita dan Asa akan Harsa
  • ARUMILA
  • alunan diksi (sudah Terbit)
  • I'm Strong
  • Tunanganku? Oh, bukan! [END]
  • IMPERIUM || End✓
  • The Devil Queen (END)

Kisah ini hanya fiksi berdasarkan imajinasi sang penulis menceritakan tentang kisah cinta seorang anak SMA yang introvert dan tak memiliki keberanian untuk mengutarakan perasaannya terhadap sang pujaan hati , kisah ini bermula ketika ia mulai membuat puisi dan mempostingnya di sosial media, ia pun selalu mencurahkan isi hatinya dalam bentuk puisi dan kemudian memposting puisi buatannya, awalnya ia hanya berniat untuk memposting satu puisi namun diantara puluhan like di akun sosial medianya ternyata gadis yang ia sukai membaca puisi tersebut , akhirnya ia memutuskan untuk setidaknya memposting satu puisi setiap minggu, ia berharap suatu saat sang gadis menyadari pesan dari nya. Nothing Bintang lima di titik koordinatnya Saling terpisah jauh jarak mereka Tiada keinginan akan itu semua Namun itulah sejatinya hidup tercipta Demi keindahan kasih dan saling menjaga Ikutilah arah mata angin tuk temui mereka Dan banyak usaha kau butuh mencapainya Sebab mereka tidaklah diam menunggu disana Mereka juga berjalan menikmati masanya Kapankah mereka bisa bertemu di suatu beranda Mungkin juga itu takkan pernah bisa Entahlah, siapa yang kan beri petunjuknya Bulan pun takkan berikan jawabannya Hanya diam dan terus memperhatikan kita Sejauh perjalanan yang penuh luka Apa sebenarnya kisah yang kau bawa? Sekuat tenaga kau berkorban dan berusaha Maukah kau tunjukkan sebuah rahasia? Silih berganti antara bulan dan surya Hanya semakin memperbesar lubang di dada Sanggupkah hati dan jiwa menahannya? Kini waktumu telah di ujung senja Kau hela nafas seolah lega Apakah itu kan tetap jadi rahasia? Bahkan kau tetap kukuh menyimpannya Meski terhina dimata mereka Ataukah itu sudah bukan lagi rahasia? Semua bertanya ada apa? Semua ingin tahu mengapa? Bagaimana kan kau sikapi itu semua? Semua pun terkesima pada akhirnya Sebab jawab mu "TAK ADA APA APA".

More details
WpActionLinkContent Guidelines