When We Meet

When We Meet

  • WpView
    Reads 787
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 8, 2021
Cerita kita diawali dengan pertemuan tak terduga ini. Dengan kamu yang secara tak langsung memintaku untuk masuk ke dalam hidupmu. Kita berdua sama-sama menyangkal, jika sebenarnya kita menginginkan kebersamaan. Disaat cerita kita mulai tercipta dari hari ke hari, kita mulai menikmati cerita ini. Dengan kesadaran dan harapan yang sama. Yang tak lain bahwa berharap agar tak pernah berpisah. Kita banyak mengubah hidup satu sama lain, mencoba saling mengerti, saling terbuka, dan berbagi banyak hal. Dari sinilah kamu dan aku menginginkan hubungan yang disebut sebagai lebih dari sekedar teman. Rasa terlena dalam menikmati cerita ini membuat kita lupa, bahwa setiap hubungan pasti memiliki rintangan. Rintangan ini sangat jelas menimbulkan keraguan besar diantara kita. Berusaha memastikan apakah perasaan ini memang benar adanya, atau justru salah satu diantara kita yang ternyata jatuh cinta sendirian? Dalam keraguan ini, apakah perpisahan akan ada untuk kita yang tadinya telah berharap untuk tak pernah berpisah?
All Rights Reserved
#559
baekhyunexo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Begitu Mengagumimu ♡ [BERES📖]
  • DEPRESSION (눈물병) - EXO [finished]
  • Mianhaeyo ✔
  • Promise [Sequel of My Stupid Park Chanyeol]
  • Antara Jarak Dan Waktu

Namaku Andinnaya Auzidni Hermiandi. Kalian bisa memanggil Ku Naya. Aku tinggal bersama ayah Dan ibuku dirumah. Untukmu yang suka menumpahkan ide ide dalam goresan gambar. Aku mengagumimu. Tidak hanya itu aku juga kagum akan setiap karyamu. Pencipta Ku lah yang mengetahui sedalam apa rasa kagumku, Dan alasan mengapa aku lebih memilih "kagum dibandingan Cinta". Di buku ini, lewat goresan kata aku menuliskannya mulai dari awal kita berjumpa hingga kita berpisah. Mungkin perjumpaan kita itu dapat terhitung, tapi kebersamaan yang kita lewati sulit untuk diperhitungkan sebab kita tak pernah mau untuk menghitungnya. Perpisahan yang kita inginkan saat itu adalah sebuah kesepakatan bersama. Karena tidak Ada perpisahan yang tidak diawali dengan perjumpaan. Maka dari itu Perjumpaan Dan perpisahan selalu berdampingan, Itu sebabnya aku tidak pernah bersedih karena cukup bagiku saat mendengar kabar bahwa kamu baik-baik saja serta masih tinggal di planet yang sama denganku. Jika nantinya kita di pertemukan kembali berarti kita berpisah hanya sementara. Dan jika memang kita tidak bertemu mungkin tidak Ada lagi waktu untuk kita kembali bersama. Tandanya Aku akan menjalani hidupku bukan denganmu. Begitupun kamu akan menjalani hidupmu dengan pilihanmu. Kamu tenang saja aku membuat ukiran kata ini bukan untuk mengundangmu pulang ataupun mengulang masa-masa kebersamaan kita, Juga bukan untuk mengingatkanmu tentang kebersamaan kita saat itu, apalagi meminta mu untuk kembali menjadi bagian dari hari-hariku, tentu tidak. aku hanya sedang menikmati rasa rindu yang pernah kita jalani saat itu. Jadi? Hanya itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines