Story cover for When We Meet by adiffrstar
When We Meet
  • WpView
    LECTURES 780
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Chapitres 6
  • WpView
    LECTURES 780
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Chapitres 6
En cours d'écriture, Publié initialement janv. 10, 2021
Cerita kita diawali dengan pertemuan tak terduga ini. Dengan kamu yang secara tak langsung memintaku untuk masuk ke dalam hidupmu. Kita berdua sama-sama menyangkal, jika sebenarnya kita menginginkan kebersamaan.

Disaat cerita kita mulai tercipta dari hari ke hari, kita mulai menikmati cerita ini. Dengan kesadaran dan harapan yang sama. Yang tak lain bahwa berharap agar tak pernah berpisah. 

Kita banyak mengubah hidup satu sama lain, mencoba saling mengerti, saling terbuka, dan berbagi banyak hal. Dari sinilah kamu dan aku menginginkan hubungan yang disebut sebagai lebih dari sekedar teman. 

Rasa terlena dalam menikmati cerita ini membuat kita lupa, bahwa setiap hubungan pasti memiliki rintangan. Rintangan ini sangat jelas menimbulkan keraguan besar diantara kita. Berusaha memastikan apakah perasaan ini memang benar adanya, atau justru salah satu diantara kita yang ternyata jatuh cinta sendirian? 

Dalam keraguan ini, apakah perpisahan akan ada untuk kita yang tadinya telah berharap untuk tak pernah berpisah?
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter When We Meet à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#19ryujinitzy
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Aku Begitu Mengagumimu ♡ [BERES📖], écrit par iamnonyn
20 chapitres Terminé
Namaku Andinnaya Auzidni Hermiandi. Kalian bisa memanggil Ku Naya. Aku tinggal bersama ayah Dan ibuku dirumah. Untukmu yang suka menumpahkan ide ide dalam goresan gambar. Aku mengagumimu. Tidak hanya itu aku juga kagum akan setiap karyamu. Pencipta Ku lah yang mengetahui sedalam apa rasa kagumku, Dan alasan mengapa aku lebih memilih "kagum dibandingan Cinta". Di buku ini, lewat goresan kata aku menuliskannya mulai dari awal kita berjumpa hingga kita berpisah. Mungkin perjumpaan kita itu dapat terhitung, tapi kebersamaan yang kita lewati sulit untuk diperhitungkan sebab kita tak pernah mau untuk menghitungnya. Perpisahan yang kita inginkan saat itu adalah sebuah kesepakatan bersama. Karena tidak Ada perpisahan yang tidak diawali dengan perjumpaan. Maka dari itu Perjumpaan Dan perpisahan selalu berdampingan, Itu sebabnya aku tidak pernah bersedih karena cukup bagiku saat mendengar kabar bahwa kamu baik-baik saja serta masih tinggal di planet yang sama denganku. Jika nantinya kita di pertemukan kembali berarti kita berpisah hanya sementara. Dan jika memang kita tidak bertemu mungkin tidak Ada lagi waktu untuk kita kembali bersama. Tandanya Aku akan menjalani hidupku bukan denganmu. Begitupun kamu akan menjalani hidupmu dengan pilihanmu. Kamu tenang saja aku membuat ukiran kata ini bukan untuk mengundangmu pulang ataupun mengulang masa-masa kebersamaan kita, Juga bukan untuk mengingatkanmu tentang kebersamaan kita saat itu, apalagi meminta mu untuk kembali menjadi bagian dari hari-hariku, tentu tidak. aku hanya sedang menikmati rasa rindu yang pernah kita jalani saat itu. Jadi? Hanya itu.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 7
Broken melodies cover
OUR PROMISE cover
Elegy For The Sea ✔ cover
Self Injury's(complete)✔ cover
kita dan waktu. [End] cover
Aku Begitu Mengagumimu ♡ [BERES📖] cover
LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )  cover

Broken melodies

14 chapitres En cours d'écriture

Kepada siapa kami harus bercerita? Pada Bapak dan Ibu yang sibuk menata masa depan, atau pada dunia yang tak pernah benar-benar mendengar? Pada akhirnya, kami hanya punya satu sama lain, meski seringkali tak tahu cara berbagi beban. Ini tentang kami- Tentang pertemanan yang tak selalu sempurna, tentang kata-kata yang tak selalu terucap, tentang luka yang ditutupi tawa, dan tentang bahu yang tetap ada saat semuanya terasa berat. Kami berjalan, meski arah sering kabur. Kami tertawa, meski ada yang ingin ditangisi. Kami bertahan, bukan karena kuat, tapi karena kami tak ingin menyerah sendirian. Hello, everyone! Ini aku buat sebagai bentuk perpisahan... maybe? Gak tahu juga, yang jelas aku cuma ingin menulis sesuatu yang bisa jadi kenangan tentang masa SMA. Diharapkan keaktifan pembaca untuk vote dan komentar, ya! Biar cerita ini makin hidup, aku butuh pendapat kalian semua. Ini murni dari pikiranku sendiri, no plagiarisme! Jadi, setiap kata yang kalian baca adalah hasil dari ingatan, pengalaman, dan imajinasi yang aku tuangkan. Bantu target 20K, dong! Let's make this story worth remembering. ✨