PETAKA

PETAKA

  • WpView
    Leituras 6,296
  • WpVote
    Votos 891
  • WpPart
    Capítulos 18
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, jul 2, 2024
Seperti Dejavu, kejadian 4 tahun lalu kembali terulang dan menghantui Marchel dan yang lainnya. Cerita 4 tahun yang lalu ternyata belum selesai, para iblis terus terusan menganggu mereka seakan menuntut balik apa yang mereka renggut. Stephani hanya menggelengkan kepalanya dia juga tidak tahu kenapa dia bisa melihatnya. Awalnya tadi dia melihat seorang nenek yang tengah mencari kayu bakar namun, setelah Stephani perhatikan posisi kaki nenek tersebut terbalik. jari kaki yang seharusnya membelakanginya ini malah menghadap kearahnya, tak lama kemudian tubuh nenek tersebut berbalik kearahnya dengan posisi tubuh yang seharusnya namun dengan wajah yang hanya menyisakan mata yang merah menyala. sontak Stephani menjerit ketakutan lalu menyeret Dimas dan untuk menjauh dari sana.
Todos os Direitos Reservados
#173
hutan
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Kelimut (Revisi) END ✓
  • The Sacred Jasi | Jasi Michelle
  • [End] Temukan Aku, Nak!
  • Dera 2
  • Lembah Arunika
  • INDIGO 2 ✓
  • MATA KETIGA
  • MATA KETIGA [TAMAT]
  • Teror sinden (Liburan Telaga Tengah Alas)
  • Sangkala Pulau Jawa

(Horror Mitologi) "Dia kembali." "Dia siapa?" "Roh hutan. Dia yang akan membunuhnya" Saat itu juga, muncul sebuah kaki besar yang berwarna seperti kayu tua. Namun amat kering juga keriput. Setelah itu diikuti kepala yang amat besar berwajah tirus tua serta kering dengan rongga mata yang amat dalam, menggemakan suara teriakan layaknya seekor monster raksasa dengan sangat keras. Roh hutan itu menggetarkan sekujur tubuh mereka hingga peluh-peluh keringat keluar dari dahi bercucuran. Sampai suatu ketika, roh halus setinggi 10 meter itu menarik paksa tali yang mengikat Widarih. Saat tali tersebut mulai longgar, roh hutan langsung mengenggam tubuh Widarih dengan telapak tangannya yang besar. Tuta memperhatikan wajahnya yang seram. Spontan roh hutan itu menoleh menatap kerumunan mereka berenam dan menatap tajam mata Tuta. Sehingga membuat sekujur tubuhnya bergetar hebat. Sedangkan yang lain terkejut lalu berteriak, hingga suara mereka terdengar oleh para dukun.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo