PAIN FOR HAPPINESS

PAIN FOR HAPPINESS

  • WpView
    Reads 605
  • WpVote
    Votes 122
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 9, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Izza kenapa lu begitu cepat menjauh dari kami, padahal baru beberapa bulan kita bersama menulis cerita yang begitu indah. Apakah lu kaga sayang sama kami...🤧" "Izza tolong jangan pergi, lu sangat berarti bagi kami, lu Sahabat terbaik bagi kami, lu bagaikan ibu bagi kami, yang menguatkan kami kala terjatuh. Tapi kenapa lu tega ninggalin kami." Isak tangis Anna semakin menjadi-jadi. Kemana kah Izza akan pergi...! Dan apa alasan Izza pergi meninggalkan teman-temannya...!!!
All Rights Reserved
#452
seniorhighschool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • SKALA (Reana) COMPLETED
  • Putralisha~
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Arsyilazka
  • My Beloved Boy (Sudah Terbit✔️)

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines