Surat Cinta Untuk Nakula

Surat Cinta Untuk Nakula

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 7, 2021
Circle pertemanan ini membuat ku jatuh semakin dalam, hingga aku bersusah payah untuk keluar. Namun usaha itu sia-sia. Aku yang ingin mundur karena tertampar keadaan namun dipaksa maju oleh perasaan. Tanpa kau sadari, kau memaksaku untuk terus bertahan, namun tidak lebih dari teman. Sedari awal aku memang salah. Aku yang selalu salah, pertemanan ini pun ku anggap salah, kebaikanmu selalu kusalahartikan. Sakit rasanya ketika kau berkata jika kau menyukai seorang wanita. Ingin rasanya aku berteriak padamu jika aku mencintaimu, tapi ketakutan itu selalu muncul. Ya! Aku takut kau menjauh dariku ketika kau tahu perasaanku. Selama ini aku memilih untuk mengutarakan perasaanku lewat tulisan. Pengecut memang. Tapi hanya itu yang bisa ku lakukan. "Aku hanya bisa mengagumi tanpa bisa memiliki." -Kanaya Shaqueena Start : 17 Januari 2021 Story by YuyunRasita Don't Copy!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • SEGITIGA SEMBARANG [SELESAI]
  • MY HUSBAND IS CHILD [ ON GOING ]
  • ALICIA✔
  • My Cold Prince (END)
  • Skaya & the Big Boss ✓
  • Aku Takut Dicintai
  • Bukan Sahabat [Completed✔️]
  • Sebuah Rasa

[BELUM DI REVISI] So, typo masih berserakan~ About, dua pilihan yang sulit ditentukan. --------------------------------------------------- "Gue nggak mau basa basi" Rehan memalingkan wajahnya. "Gini aja.. Gue kasih pilihan buat lo. Gue atau Rendy?" "Emangnya salah gue apa sih sampe lo kayak gini?" Fix, gue nangis sekarang. Gue tau apa salah gue. Tapi sampe melampaui batas apakah kesalahan gue sampai sampai Rehan kayak gini ke gue? "Lo tanya salah lo apa, apa nggak bisa intropeksi diri yah?!" Mendengar kalimat itu keluar dari bibir Rehan, semua badan gue gemeteran. Entah karena nada suaranya yang meninggi ataupun auranya yang seolah ingin menerkam gue sebagai mangsanya. Gue mencoba menetralkan semua badan gue yang gemeteran dan menyeka air mata yang udah nggak kehitung lagi jumlahnya. Diam sejenak. "Kalo lo mau jawaban dari gue, gue nggak bisa jawab. DAN GUE NGGAK BISA MILIH" Ucap gue dengan penuh penekanan. ®2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines