Kelukur
  • WpView
    LETTURE 212
  • WpVote
    Voti 36
  • WpPart
    Parti 5
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, lug 4, 2021
"Berakhir seperti dia atau lukai dirimu sendiri." Biova memilih opsi kedua dari Om Bertato Bintang. Bagaimanapun, gadis kecil itu masih ingin hidup. Dia menggoreskan pisau berujung runcing ke tangannya sambil menggigit bibir. Sakit, tetapi lega. Dia tidak menyangka rasa sakit itu akan menjadi candu. Hal yang wajib dilakukan pada saat tertentu. Biova pun berkelukuran. Fisik dan batin. Hingga akhirnya, Biova bertemu lagi dengan Om Bertato Bintang. *** TERDAPAT ADEGAN KEKERASAN. HARAP BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN! *** Erina Rahda
Tutti i diritti riservati
#404
psychopath
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Angelista Geavano [Completed]
  • Interweave
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • Nathalea
  • Something Beautiful
  • My Second Life (Completed)
  • Menyerah atau Bertahan?
  • ʜᴜᴍᴀɴɪᴏʀᴀ

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti