Heartbreaker!

Heartbreaker!

  • WpView
    Leituras 12
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, jan 11, 2021
WpInfo
Ficção
Romance
Seseorang Perempuan yang mempunyai traumatis kepada seorang laki-laki,dia menjadi seorang pribadi yang berbeda dari sifat aslinya... Bisa dikatakan bahwa dia salah satu perempuan korban pekhianattan dari seorang laki-laki. Mirai Joanna Perempuan berumur 22thn,yang bekerja sebagai Karyawati Toko Buku "Book'One Mart". Dia sudah bekerja selama 4thn di Toko itu... Dia juga penggemar Anime. Tidak hanya sebagai Karyawati dia di Juluki seorang Perempuan "heartbreaker" laki-laki manapun yang mendekatinya akan berakhir sakit hati. bahkan dia pernah hampir di bunuh oleh mantannya karena telah menyakiti hatinya. Tapi dia selalu beruntung...bahkan ancaman untuk membunuhnya tidak akan berlaku padanya. Malam itu,Mirai menyelesaikan pekerjaannya tepat tengah malam...Dia merasa di ikuti oleh seseorang saat dia berjalan menuju halte bis. Saat dia enggan menoleh kebelakang,orang itu berhenti berjalan dan terus memandanginya dari jauh... "berhenti mengikuttiku penguntit!. kemarilah..!?" Mirai memberanikan diri untuk menantang laki-laki itu. "Aku akan membunuhmu...!!" seorang lelaki berteriak kepada mirai. ya dia penguntit itu... Mirai memegang sebuah handphone yang sudah dia siapkan untuk menghubungi polisi. saat laki-laki sudah berada di hadapannya sambil menodongkan sebuah belati kecil yang tajam... "Bisakah kau tusuk itu tepat dimana aku pernah melukaimu...?" Mirai menunjukkan jarinya ke dada laki-laki itu. lalu mendekat dan menyentuhkan belati itu ke lehernya. laki-laki itu sangat gemetaran dan masih terpaku,bagaimana Mirai tidak takut atas ancamannya...malah belati itu sengaja Mirai goreskan. "Berhenti! cepat letakkan Senjata itu!" seorang polisi datang dan menodongkan pistol kepada penguntit itu. Mirai berhasil mendatangkan polisi sebelum dia benar-benar terluka parah. hampir saja laki-laki itu meneruskan niatnya. Setelah polisi menagkap laki-laki itu,Mirai kembali pulang dengan di antar oleh seorang polisi yang lain. di dalam perjalanan dia Menangis sejadi-jadinya...
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  •  CHARIVA SQUAD
  • kata kunci
  • Naruto : Protect To Recovery
  • Not Today
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride
  • The Downfalls ft. Shin Ryujin
  • That's My Girl
  • HOPE AND DESTINY

"semoga kita selalu bersama sama ya,"ucap gadis cantik berambut sebatas pinggang yang bernama tag Chariva. "semoga aja," jawab laki laki berparas tampan yang sedikit acak acakan bernama tag Adit. "senjanya indah banget,"ucap Riva dengan senyuman. "Namanya juga senja de," jawab Randi yang tengah bermain hp. Setelah sekian lama berdiam diri dengan kegiatan mereka masing masing. Tiba tiba Riva bangkit dari duduknya dan pergi entah kemana. "Barudak,"panggil Soni. "Naon?"saut Sandi. "Kenapa tuh si ademalah pergi," tanya Wisnu yang keheranan. "Gak tau tuh," jawab Adit. Baru saja di bicarakan, tiba tiba Chariva datang dengan membawa kantong plastik di tangannya. Setelah di buka kantong plastik itu, ternyata berisikan es krim yang baru saja di beli oleh Riva di depan sana. "Widih beli es krim Ade beli?" Tanya Adit seraya bangkit dari duduknya untuk mengambil es krim miliknya. chariva yang di tanyain seperti itu tentunya mengangguk. "iya a," ucap Riva sambil membuka bungkus es krim miliknya. Saat es krim milik Riva terbuka, dia mengoleskan sedikit es krim itu ke tangannya dan mengarahkan tangan yang terkena es krim itu ke arah Adit. "Riva," reflek Adit saat tangan Riva yang terkena es krim itu berhasil mengenai wajah Adit. "Hahaha ," tawa Riva seraya berlari agar tidak bisa tertangkap oleh Adit yang juga ingin mengoleskan es krim. Saat Chariva dan Adit sibuk berlarian di situ Randi, Sandi, Soni dan Wisnu hanya duduk memakan es krim dan memandangi kedua orang tersebut itu. "Lucu ya," ucap randi seraya memakan es krim miliknya. "Iyaa semoga bisa terus kayak gini," Jawab Soni dengan memakan es krim dan memotret dua orang tersebut itu dari jarak jauh. "hahaha," tawa mereka bersama. senja ini menjadi saksi kedekatan antara mereka berenam. Semoga mereka bisa terus seperti ini sampai nanti.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo