Infernum

Infernum

  • WpView
    LECTURAS 93
  • WpVote
    Votos 19
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, ene 14, 2021
Pintar, tampan, kaya, sopan, baik, dan sangat penurut itu adalah hal yang pertama kali orang lihat dariku. Tapi bagaimana jika kalian melihat dari sudut pandangku. Setiap detik yang aku lakukan dalam hidupku sangat berarti, setiap langkah yang ku ambil akan menentukan bagaimana hidupku nantinya. Sempurna itu yang sering orang katakan untukku, hidupku begitu indah dan menyenangkan. Berjalan dan tertawa seperti yang di rencanakan. Setiap langkah kakiku mambawaku makin masuk ke dalam kegelapan yang pekat. Semakin aku masuk, semakin aku hilang akan jati diriku sendiri. Sepanjang jalan hanya akan ada kegelapan, dan begitu banyak rasa sakit yang tak terlihat menyerangku. Aku akan berhenti di sini, menunggu mungkin akan ada yang datang dan menarik tanganku untuk keluar dari sini. Maukah kamu mengulurkan tanganmu untukku? ⚠️ warning!! ⚠️ Cerita ini akan mengandung beberapa kata kasar, kekerasan, dan konten yang mungkin sensitif bagi beberapa orang. Selamat membaca By. Boo_liu
Todos los derechos reservados
#72
devano
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Tak Satu Arah [Selesai]
  • 0°Celcius [End]
  • Invisible ✔
  • TRIPLE J |JenoJaeminJisung|
  • MOYRI BERLIZHA
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • please stop it!! [Ending]
  • Self Injury's(complete)✔
  • Devon [END]
  • You Like Me? | Kim Wooseok

Seutuhnya permainan Dunia tidak ada yang tahu, 'dia' hadir dalam artian berbeda. Kasih sayang yang setara adalah sebuah angan berharga yang sampai kini belum ia dapatkan. Hukuman, kemarahan, terabaikan bahkan di salahkan menjadi makanan sehari-hari. Rasa iri coba di sembunyikan. Dia bukan orang pintar dengan nilai sempurna, dia berulang kali mengulang dalam ujian berbeda dari sang kakak yang senantiasa memajang mendali penghargaan. Di cap bodoh oleh orang sekitar. Di bandingkan dengan saudara nyatanya sangat menyakitkan. Ia putra kedua yang terabaikan, mencoba menarik perhatian. Namun, ketika badai datang ia terhempas jauh memaksanya mundur tanpa punya harapan. Rahasia besar itu terbongkar. _____________________--------_______________---------------------------------------------------------- Warning‼️⚠️ Dilarang keras melakukan tindakan plagiarisme dalam situasi apapun!!!! Tidak menerima plagiat! Original karya sendiri tanpa meniru cerita orang lain! Hargai karya orang!!! Vote, Comment, serta follow akun ini. Start: 4 Agustus 2022 Finish: 23 Desember 2022

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido