Story cover for Bin Fulanah by fitrieamaliya
Bin Fulanah
  • WpView
    LECTURES 129,401
  • WpVote
    Votes 14,562
  • WpPart
    Chapitres 39
  • WpView
    LECTURES 129,401
  • WpVote
    Votes 14,562
  • WpPart
    Chapitres 39
Terminé, Publié initialement janv. 11, 2021
Kepulangan Mahmud ke kampung halaman disambut masalah pelik. Astri, anak majikan ibunya, hamil di luar nikah. Laki-laki yang menghamilinya tak mau mengakui, apalagi menikahi. Astri memilih menggugurkan kandungannya. Di luar dugaan, ibunda Mahmud memintanya untuk menikahi Astri.

Mahmud yang sudah punya rencana masa depan sendiri, terpaksa memenuhi permintaan ibunya. Menikahi Astri, yang sebenarnya juga tak bersedia untuk menikah dengannya.

Kehadiran anak laki-laki membuat hubungan keduanya mengalami kemajuan. Sayangnya, orang-orang dari masa lalu datang secara bersamaan, membuat biduk pernikahan yang mulai membaik kembali runyam.

Meski sulit, dua manusia yang sama-sama dijatuhkan oleh keadaan mencoba untuk bangkit. Berharap sakinah, meski tak menutup kemungkinan akan berakhir dengan kata pisah.
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Bin Fulanah à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#455suamiistri
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Djanaka's Bitter Life cover
Ayyara & Abang Pras cover
BOUND WITHOUT LOVE cover
Unexpectedly Yours  cover
Hold Me With Your Lies [END] cover
TASAWUF CINTA [SELESAI] cover
A T L A N T I S : JENDRA cover
Kesempatan Kedua Heraya cover
Veil of Stardust cover
Bryatta (ON GOING) cover

Djanaka's Bitter Life

34 chapitres En cours d'écriture

Djanaka lahir di tengah keluarga yang namanya diagungkan di kota. Nama yang sebagai jaminan kehormatan, namun bagi Naka, nama itu hanyalah beban yang tak punya tempat bersandar. Di rumah megah itu, kasih sayang ternyata memiliki standar yang kejam. Karena ia dianggap "berbeda"-mungkin karena fisik, mungkin karena pembawaannya-ia menjadi orang asing di bawah atap yang sama. Di saat saudara-saudaranya yang lain dipeluk dengan hangat, Naka justru diasingkan dalam keramaian. Pada usia empat tahun, saat anak-anak sebayanya baru belajar mengeja warna, Naka sudah dipaksa fasih mengeja kerasnya kehidupan. la adalah ironi yang berjalan. Ayahnya adalah orang berada, namun Naka adalah jiwa yang terlantar. Naka itu beda, jika kakak-kakaknya memanggil orang tua mereka dengan sebutan daddy dan mommy jika naka lebih suka memanggilnya dengan ayah bunda.