Descolar

Descolar

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 18, 2022
Pernahkah kamu berada di posisi di mana kamu ingin melepas seseorang, tapi kamu tidak bisa meninggalkan orang tersebut? Mungkin kamu berpikir bahwa dia masih membutuhkanmu untuk beberapa hal. Berapa kali kamu tersakiti oleh dirinya? Tak kamu pedulikan tentang perih, hanya tersenyum dan berharap semoga di kemudian hari, dirinya bisa berbalik dan melihat dirimu. Ini tentang seorang gadis polos yang selalu ceria dan mengutarakan semuanya secara blak-blakan dipertemukan dengan laki-laki dingin, irit ngomong, dan kalah dengan egonya sehingga membuat laki-laki itu tidak pernah mengungkapkan apa yang ia inginkan. Ketika keadaan memaksa laki-laki itu mengungkapkannya, ia lebih memilih diam dan menanti sang gadis pergi meninggalkannya. "Pergi. Di sini terlalu buruk untukmu. Atau haruskah aku yang meninggalkanmu?" -Arjuna Saka Winanta "Aku masih di sini, Mas. Di tempat yang sama, dengan perasaan yang nggak akan pernah aku hilangkan. Karena aku yakin, kamu pasti kembali. Aku rumahmu, Mas." -Anjani Putri Citrawati
All Rights Reserved
#598
kisahkasihdisekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • Waktu Kita (Kita Dan Waktu)
  • Retak yang Dipeluk
  • HALOALKANA
  • you again ✔
  • Diary Zofanya
Promise

Rayna tak pernah benar-benar memilih. Di antara dua hati yang mencintainya, hanya satu yang selalu diam-diam ia doakan. Ketika waktu dan takdir mengguncang segalanya, sebuah tragedi membawa Rayna pada luka yang tak pernah ia bayangkan: kehilangan, penyesalan, dan janji-janji yang tak sempat diucapkan. Lewat kenangan yang tertinggal dan sepucuk catatan terakhir, Rayna mencoba memahami-apa arti mencintai seseorang tanpa pernah tahu apakah ia akan kembali. "Katanya, kalau cinta itu tulus... waktu takkan memisahkan. Hanya menguji."

More details
WpActionLinkContent Guidelines