Descolar

Descolar

  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 18, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Pernahkah kamu berada di posisi di mana kamu ingin melepas seseorang, tapi kamu tidak bisa meninggalkan orang tersebut? Mungkin kamu berpikir bahwa dia masih membutuhkanmu untuk beberapa hal. Berapa kali kamu tersakiti oleh dirinya? Tak kamu pedulikan tentang perih, hanya tersenyum dan berharap semoga di kemudian hari, dirinya bisa berbalik dan melihat dirimu. Ini tentang seorang gadis polos yang selalu ceria dan mengutarakan semuanya secara blak-blakan dipertemukan dengan laki-laki dingin, irit ngomong, dan kalah dengan egonya sehingga membuat laki-laki itu tidak pernah mengungkapkan apa yang ia inginkan. Ketika keadaan memaksa laki-laki itu mengungkapkannya, ia lebih memilih diam dan menanti sang gadis pergi meninggalkannya. "Pergi. Di sini terlalu buruk untukmu. Atau haruskah aku yang meninggalkanmu?" -Arjuna Saka Winanta "Aku masih di sini, Mas. Di tempat yang sama, dengan perasaan yang nggak akan pernah aku hilangkan. Karena aku yakin, kamu pasti kembali. Aku rumahmu, Mas." -Anjani Putri Citrawati
All Rights Reserved
#384
kisahkasihdisekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KENANGAN & TRAUMA [END]
  • Why do I Like You [On Going]
  • HALOALKANA
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Retak yang Dipeluk
  • Trapped in a wound

Book 2 Memilih untuk menjaga jarak bukan berarti hati ini tak pernah jatuh. Memilih untuk tidak berpacaran bukan berarti aku tak mengenal rasa suka atau cinta. Hanya saja, aku memilih untuk tak membiarkan pikiran ini larut dalam hal-hal semacam itu. Ketika banyak teman-temanku di luar sana memilih menjalani kisah cinta, aku lebih memilih menjaga diri dari hubungan seperti itu. Bukan karena hatiku tak pernah terpaut pada lawan jenis, tetapi karena luka yang ku tanggung terlalu dalam. Trauma ini mengajarkanku untuk menjauh-menjauh dari laki-laki yang memberikan harapan hanya untuk kemudian meremukkannya. Mungkin ada laki-laki di luar sana yang mampu menyembuhkan luka ini, menghapus jejak trauma yang mengikatku. Tapi, akankah dia benar-benar ada?

More details
WpActionLinkContent Guidelines