Lovely Art

Lovely Art

  • WpView
    Reads 338
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 16, 2026
Jatuh cinta dengan pria yang berumur sepuluh tahun lebih tua dariku memang hal yang konyol bukan? Lebih-lebih lagi jatuh cinta hanya dengan pandangan pertama. Bertemu dengannya dan menghabiskan waktu bersamanya membuatku sadar bahwa ternyata hidup itu sama seperti kanvas lukis bersih, jika tidak ada pelukis tidak akan menjadi sebuah lukisan. Arthur, pelukis dalam hidupku. Terkadang melukis sebuah lukisan abstrak, tapi seringkali melukis lukisan romantisme. Tetap saja hidupku dengan hadirnya menjadi sebuah karya seni yang ku sebut "Lovely Art".
All Rights Reserved
#13
freshstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nothing, But You...
  • Me and My World
  • Whisper of Destiny (END)
  • MY LOVE STORY
  • My Journey
  • Lukisan Aksara
  • The Unwritten Rule [21+]
  • philopobhia

Romance story about Arlita dan Arnanda. Arlita Naraya Tirta Rutinitas sehari-hariku sering dibilang membosankan oleh banyak orang, termasuk teman-temanku. Bagaimana tidak, setelah 5 hari bekerja dari pukul 8 hingga 5 sore, tak membuatku berkeinginan berlibur atau sejenak keluar untuk menenangkan pikiran di saat weekend tiba. Beberapa kali temanku mengenalkan seorang pria untuk sekedar mewarnai hidupku yang membosankan itu, namun aku tak pernah menanggapinya lebih. Hingga aku bertemu seorang pria yang membuatku terpukau saat pertama kali mendengar suaranya. Entah mengapa, aku menyukai suaranya. Lalu pertemuan-pertemuan lainnya yang tak ku sengaja terjadi membuatku menaruh hati pada pria itu. *** Arnanda Narendra Bimana Di umurku yang sudah menginjak 35 membuatku selalu dikejar oleh pertanyaan yang muak ku dengar. Segala ide perjodohan yang keluargaku dan kawan-kawanku atur tak ada satupun yang membuatku berkeinginan untuk mengenal lebih jauh wanita-wanita itu. Penampilan ala kadarnya itu membuatku terpana, aku tak pernah melihat perempuan yang seperti itu. Daster sepaha dengan warna yang sudah pudar, wajah yang tak dihiasi make up, dan dengan rambut yang asal-asalan ia cepol. Namun, entah parfum apa yang ia pakai hingga tercium olehku. Lalu untuk pertama kalinya sejak sekian lama, hatiku berdebar mendengar perempuan yang tak ku ketahui namanya itu memanggilku dengan "mas". Hatiku tergelitik ingin mengenalnya lebih jauh. Tidak, aku ingin memilikinya saat itu juga. Konyol memang, namun aku tak mampu membohongi diriku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines