Kemarin Dan Esok

Kemarin Dan Esok

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jan 11, 2021
WpInfo
Fanfic
'Pulang ma... hiks.. hikss...' suara Isak anak kecil yang berada sebelahnya sambil menarik baju wanita baya yang dia panggil mama. "iya kita bakal pulang kok sayang tunggu sebentar yah'' suara lembut sang mama yang menenangkan anaknya sambil mengelus pucuk rambut hitam sang anak. "maaf buk, apakah ibuk masih menunggu seseorang? anaknya dari tadi sudah menangis, kasihan adek ya" ujar Asta yang dari tadi memperhatikan interaksi seorang ibu dan anak. sang wanita yang di panggil ibu oleh remaja itu pun tersenyum kepadanya "saya dan kamu bakal pulang tetapi tidak pulang kerumah" #author: Saya menulis ini hanya karena saya Lagi stres, jadi kalau gak suka itu sangat tidak masalah bagi saya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • My Three Brothers [Terbit]
  • [BL] Sudden Omega
  • Harapan Bunga Terakhir
  • SARAGA
  • NAKALA DAN TAWANYA
  • Mama! [✔️]
  • ALGASTA [ On Going ]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • 27 FEBRUARI
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines