Distress.

Distress.

  • WpView
    Reads 92,755
  • WpVote
    Votes 10,681
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 16, 2024
WpInfo
Fanfic
BTS
Jungkook Asandra Pradana, pria tengil yang gemar sekali cari masalah. Katanya, masalah dan hidupnya adalah satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan. Tapi, tak ada satupun manusia yang memang diciptakan sempurna. Begitupun dengan pria yang bernama Jungkook itu. Nyaris hidupnya tak lagi dapat diselamatkan. Jungkook kadang merasa bahwa, "Gak ada lagi alasan buat gue tetep di sini, gue mau pergi... yang jauh, kalau bisa." Nyatanya, Jungkook tak sekuat itu. Nyatanya, Jungkook tak sehebat seperti ketika ia yang sedang berada di atas motor balapnya. Nyatanya, hidupnya dan masalah memang benar-benar tidak dapat dipisahkan. ------ (bahasa, baku, non baku) Dimulai : [11/02/21] Berakhir : [Belum berakhir]
All Rights Reserved
#377
bandel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hingga Tak Ada Lagi Luka
  • Lost Diary | Kookjin
  • Gwenchana, Hyungnim
  • [AKAN DIREVISI] CIGARETTES • JJK
  • Who Are You✔
  • Don't Leave Me, Please![ End ]
  • BROTHER ✔️
  • WAS
  • [END] ✔Gomawo Hyung,Keurigu Mianhae
  • The Greatest [yoonkook brothership] || END

Hingga Tak Ada Lagi Luka Jungkook tumbuh dengan luka-luka yang tak terlihat-bukan hanya di kulitnya, tapi jauh lebih dalam, menyesakkan hingga ke relung jiwanya. Senyumnya terlalu lebar untuk menjadi nyata, tawanya terdengar seperti pelarian. Ia menyimpan rahasia yang tak seorang pun tahu, seakan dunia ini terlalu kejam untuk memberinya ruang bernapas. Taehyung tidak pernah berniat ikut campur. Awalnya, ia hanya melihat Jungkook sebagai anak yang keras kepala, penuh misteri, dan sulit didekati. Tapi semakin ia memperhatikan, semakin sulit baginya untuk berpaling. Ada sesuatu di balik mata gelap itu-sesuatu yang berteriak minta pertolongan meski bibirnya selalu mengatakan "Aku baik-baik saja." Ketika kebenaran mulai terungkap, Taehyung dihadapkan pada pilihan: mundur dan membiarkan Jungkook menghadapi semuanya sendiri, atau bertahan, meskipun itu berarti menyeret dirinya ke dalam kegelapan yang lebih dalam dari yang ia bayangkan. Namun, seberapa jauh seseorang bisa bertahan sebelum akhirnya menyerah? Seberapa banyak luka yang bisa mereka tanggung sebelum semuanya runtuh-hingga tak ada lagi yang tersisa? Tapi mereka tahu satu hal: mereka tidak akan membiarkan luka-luka itu menang. Bersama, mereka berjanji akan bertahan. Bukan hanya untuk satu sama lain, tapi juga untuk diri mereka sendiri. Karena kali ini, mereka tidak akan berjalan sendirian. - BROTHERSHIP YE BUKAN BL! Don't copy my story.

More details
WpActionLinkContent Guidelines