Moody Writers

Moody Writers

  • WpView
    LECTURAS 23
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, nov 9, 2022
Saat kuliah, aku sering berpikir sungguh senang rasanya setelah wisuda nanti. Tak ada lagi tugas yang menggunung serta tak ada lagi kewajiban masuk kelas setiap pagi yang sungguh menjengkelkan hati. Tapi jujur saja, menjadi mahasiswa adalah waktu yang terbaik yang pernah kumiliki. Setelah sidang skripsi dan dinyatakan lulus, saat itu status pengguran tersemat. Aku pikir akan sangat bahagia dan lega. Tapi, apa kamu tahu? itu semua salah. Masih ingat betul rasa itu, rasa yang sama sekali tidak kuharapkan kedatangannya. Setelah dinyatakan bergelar S.E., seketika muncul sebuah rasa takut akan beban moral yang nantinya harus aku emban. Entah apa yang aku rasakan, yang jelas merasa tidak bebas. Aku pikir bisa bebas traveling kesana kemari, nonton drakor sepuas hati. Yang ada hanyalah rasa malu, ingin segera bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Meminta uang pada orang tua bukanlah hal yang mudah dilakukan setelah lulus kuliah, (setidaknya bagiku). Jujur saja, aku sangat membenci waktu itu, rasa bersalah karena tak kunjung juga dapat kerja, ingin ku berbisnis tapi terlalu banyak alasan untuk memulai. Sehingga memulai saja aku tak bisa. Ingin segera bekerja tapi panggilan belum juga ada. Sedihnya menjadi seorang pengangguran dahulu .. - Maudy si Pengacara (Pengangguran banyak acara) -
Todos los derechos reservados
#699
nostalgia
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • More Than Senior
  • Dosen Killer | END✔
  • Dear, Pak Dosen
  • Tulip
  • Bawa Aku Pulang (End)
  • Terlanjur Resepsi
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • SKRIPSUIT  ✔
  • Di Masa Putih Abu - Abu

"Gw mau ngomong serius. Please, dengerin baik-baik." Ucap jauhar dengan wajah serius menatap aisyah. Mendengar itu aisyah jadi panas dingin, jantung berdetak lebih kencang. "Syah, dari awal gw liat lu, gw ngerasa lu cewe yang beda. Lu berani dan lu bisa buat gw penasaran siapa lu sebenarnya. Entah dari kapan gw mulai jatuh cinta sama lu, intinya gw sayang sama lu, syah." Aisyah diam saja, dia bingung harus bereaksi seperti apa. "Gw mau komitmen sama lu, tapi kalo lu merasa ga nyaman sama gw, lu boleh pergi, asal bilang. Kalo lu nyaman sama gw pun sama, bilang. Biar kita pacaran." "Biarin gw yang jaga lu." Ucap jauhar memberi jeda. "Lu mau?" Aisyah cukup lama terdiam sebelum akhirnya menggangguk. "Komitmen dulu, kan?" Tanyanya menyakinkan, masih trauma dengan yang namanya hubungan. "Iya, tapi lu bisa ngambil keputusan nanti. Lu nyaman atau ga sama gw." Ucap jauhar. ****** Apakah mereka bisa saling menjaga hati satu sama lain? Kalo penasaran ayo..intip-intip cerita ini.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido