Moody Writers

Moody Writers

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 9, 2022
Saat kuliah, aku sering berpikir sungguh senang rasanya setelah wisuda nanti. Tak ada lagi tugas yang menggunung serta tak ada lagi kewajiban masuk kelas setiap pagi yang sungguh menjengkelkan hati. Tapi jujur saja, menjadi mahasiswa adalah waktu yang terbaik yang pernah kumiliki. Setelah sidang skripsi dan dinyatakan lulus, saat itu status pengguran tersemat. Aku pikir akan sangat bahagia dan lega. Tapi, apa kamu tahu? itu semua salah. Masih ingat betul rasa itu, rasa yang sama sekali tidak kuharapkan kedatangannya. Setelah dinyatakan bergelar S.E., seketika muncul sebuah rasa takut akan beban moral yang nantinya harus aku emban. Entah apa yang aku rasakan, yang jelas merasa tidak bebas. Aku pikir bisa bebas traveling kesana kemari, nonton drakor sepuas hati. Yang ada hanyalah rasa malu, ingin segera bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Meminta uang pada orang tua bukanlah hal yang mudah dilakukan setelah lulus kuliah, (setidaknya bagiku). Jujur saja, aku sangat membenci waktu itu, rasa bersalah karena tak kunjung juga dapat kerja, ingin ku berbisnis tapi terlalu banyak alasan untuk memulai. Sehingga memulai saja aku tak bisa. Ingin segera bekerja tapi panggilan belum juga ada. Sedihnya menjadi seorang pengangguran dahulu .. - Maudy si Pengacara (Pengangguran banyak acara) -
All Rights Reserved
#99
nostalgia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hidup Wanita Tulang Kuat dalam Keluarga 380°
  • Dear, Pak Dosen
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • More Than Senior
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • Eysha Love Story'
  • Bawa Aku Pulang (End)
  • philopobhia
  • serpihan hati

Terangkat dari kisah nyata panggil saja Juni anak perempuan yang pertama dari 3 bersaudara yang dimana 2 adik kandungnya itu berjenis kelamin laki - laki yang selalu bermasalah. Kami dari keluarga golongan yang mampu baik secara moril maupun teori yang dimana kami adalah keluarga terpandang dengan bergelar lulusan pendidikan tinggi yaitu kuliah, hidup kami telah berubah 380° setelah ayahku yang seorang kepala keluarga telah pensiun, Juni merupakan anak perempuan satu - satunya yang lulusan kuliah Strata 1 atau S1 di bidang kesehatan. Namun kehidupannyapun jadi berantakan setelah ayah kandungnya terkena penyakit skizofernia atau bisa dibilang ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) dikarenakan ketakutan dan bisikan yang secara berlebihan menghantui kehidupannya dan sudah tidak menafkahi kami hingga saat ini semenjak sudah di pensiunkan oleh perusahaan Jepang elit di tahun 2016 silam. Adik laki - laki kandung yang ke 2 sudah lulus kuliah dari perguruan tinggi negeri ternama dengan gelar status Diploma atau D3 dipecat dari pekerjaannya di karenakan ketagihan pinjol hingga hutang puluhan juta rupiah hanya dilakukan untuk berjudi dan adik kandung laki - laki yang ke 3 lulusan Diploma atau D3 dari perguruan tinggi negeri bergengsi di Indonesia yang tersandung kasus Narkoba. Juni bekerja sebagai Duta Gerai dengan gaji harian yang terkadang tidak menentu dan juga sebagai konten kreator youtube yang mempunyai kehidupan yang pas - pasan demi mencukupi kebutuhan perekonomian keluarganya, tetapi Juni bebas dari segala macam kasus yang dialami oleh adik - adiknya yang ada di pikiran perempuan bergelar S1 ini suka menyisihkan uang sakunya untuk keadaan darurat yang tidak tahu kapan datangnya dari segala arah yang tak menentu. Mau tahu kisa kelanjutan Wanita Tulang Kuat seperti apa?ikuti terus ya mari kita simak ceritanya yang satu ini

More details
WpActionLinkContent Guidelines