My Fakboyfriend

My Fakboyfriend

  • WpView
    Reads 79,160
  • WpVote
    Votes 9,487
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 15, 2026
[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] *Awal part terasa boring tapi diatas 10 baru deh terasa feelnya. auto bengek ngik ngok, gak percaya? baca aja Tw: Cerita Homo/Gay✔️ Mengandung kata-kata kasar✔️ ___________________________________________ Kiki, cowok hiperaktif nan supel, harus bertemu dengan Aaron si playboy ulung yang memiliki sifat tak tentu arah. Sebenarnya, awal pertemuan mereka sangatlah klise. Tidak jauh berbeda dengan cerita di sinetron. Kiki yang awalnya hanya ingin membuka lembaran baru di Jakarta, harus berurusan dengan Aaron-sahabat dari sepupunya, Joan. Karena seringnya mereka bertemu, benih-benih cinta mulai tumbuh di relung sukma keduanya. ❝Pacaran sama kamu itu bukannya seneng, ngebatin iya. Tapi bodohnya, masih aja aku nikmati.❞ ❝Lo gak bakal bisa lari jauh dari jangkauan gue. Sejauh apapun lo menghindar, lo akan tetap berakhir sama gue. karna gue, pelabuhan terakhir lo!❞ ___________________________________________ Ps. Jika ada kesamaan tokoh, latar dan tempat dalam cerita itu hanya ketidaksengajaan atau kebetulan semata. Seluruh alur dalam cerita murni hasil pemikiran author. Terima kasih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • The Last Yes!
  • Chasing Sanara
  • Almost Married (END)
  • De Andere Weg (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • The Villain Mother

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines