AILUROPHILE

AILUROPHILE

  • WpView
    Leituras 12,733
  • WpVote
    Votos 2,461
  • WpPart
    Capítulos 16
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, set 10, 2022
Tyan kira, memungut seekor kucing ajaib yang bisa berubah menjadi manusia adalah suatu hal yang menakjubkan, fantastis. Tidak masuk diakal namun menjadi suatu hal yang mengesankan bagi seorang Tyan Alvarez Jenandra. Gadis siluman kucing itu akan menjadi gadis yang penurut, imut, dan manis seperti layaknya kucing. Namun, apa yang diekspetasikan Tyan akan kucing siluman melenceng jauh dari cerita fantasi yang ia baca kebanyakan. Makhluk berbulu yang ia temukan benar-benar berbeda. Kucing siluman yang setiap malamnya cosplay menjadi gadis cantik itu benar-benar kurang ajar! Kucing siluman yang tidak memilik akhlak! "Gue ga mau makan ikan asin! Lo kira gue kucing kampung yang mau makan apa aja?! Gamau tau pokoknya lo harus beliin gue ikan salmon presto!"
Todos os Direitos Reservados
#542
cat
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Reynand & Joya | END
  • catten • ten wayv ✔
  • Perjodohan Gila
  • Prince and Celia
  • Eleceed X Reader
  • Kitten | Taeyong ✔
  • I Love My Cat Man [END]
  • Jenlisa // Dongeng (siluman kucing😼)✔️
  • Hatumeow [END]
  • Mikey Neko🐱

Follow sebelum baca yuk, untuk mengikuti ceritanya. #645 dalam TEEN FICTION-11/3/2018 #961 dalam TEEN FICTION-9/2/2018 "Kuda poni! Dasar jelek, sinting, kutu kupret, tai lo. Maju sini, gue telen lo hidup-hidup!" teriak Joya mengerahkan semua kekesalannya. Ia bersumpah serapah tanpa berpikir mengampuni orang yang sudah membuat hidupnya sengsara. "Nggak usah teriak-teriak, gue di sini." Suara orang tersebut berada di atas pohon dekat parkiran. Reflek, kedua gadis itu menengadah, menatap pemuda nakal yang nangkring di atas sana. "Turun lo!" perintah Joya seraya berkacak pinggang. "Mau apa? Mau cium gue, ya? Idih nakal." Pemuda itu malah membuat Joya semakin kesal. Ocehannya selalu saja ampuh membuat hari-hari gadis itu semakin runyam. "Najis. Mati aja lo, pengecut!" Joya masih kesal, sehingga kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu tidak terkontrol. "Kurang banyak sih, 'kan cuma kempes, nggak sampai penyok." Rutinitas nakalmu berujung terbiasa. Kalo pengen tau terutama Baca selengkapnya ya..... (Di larang mengutip atau menjiplak sebagian/keseluruhan cerita ini tanpa izin)

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo