Serpihan Sayang ini

Serpihan Sayang ini

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 30, 2021
Rini Maisyaroh penulis yang sedikit berkata pada dunia tentang dirinya, lebih nyaman bersama dengan teman yaitu sepi. Tapi dunianya berubah saat bertemu Roy, pemuda periang pecinta ketenaran dan senang dengan hingar bingar malam. Pertemuan suasana mencekam malam itu saat Rini melewati jalan raya di pinggir kota. Dekat pom bensin mini di kiri jalan, mendapati Roy dalam keadaan mabuk di keroyok 3 orang laki-laki. Setelah pertemuan dan perkenalan singkat mereka. Hari demi hari terus berjalan, kenyamanan terjalin. Roy baik di hadapan Rini, hingga sifat dan perangainya berubah jadi lebih baik, dia meninggalkan Narkoba juga dunia malamnya. Tapi badai menerpa Dini Restiayu teman sedari kecil Rini mereka dekat dengan semua sifat yang saling memahami. Guncangan itu terjadi saat Rani mengenalkan Dini dengan Roy, hati Dini bergetar kencnag. Dini memendam rasa pada Roy, dan menjauh dari Rini. Dini benci pada dirinya sendiri karena mencintai orang yang sama dengan Rini. Dini mulai menjauh dari Dini untuk menyembunyikan rasanya pada Roy. Apa yang akan terjadi dengan hubungan Rini, Roy, dan Dini. Mungkinkah mereka akan bersatu dan bahagia atau justru jurang besar permusuhan akan makin besar diantara Rini dan Dini yang mencintai satu orang.
All Rights Reserved
#61
serpihan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • Cansu
  • Terpisah oleh Takdir
  • Beside you II  (Completed)
  • Komandan Tampanku
  • Senja yang Terlewatkan
  • Meraih Cinta Suamiku
  • Red Velvet & Sunrise
  • Awal Pertemuan Rainah

"Apa yang sanggup memisahkan dua hati yang saling mencinta? Katakan padaku, Cindy." Suara Rayven terdengar serak, seolah setiap katanya membawa luka yang tak bisa disembuhkan. Tatapan matanya merintih, memohon jawaban dari gadis yang berdiri di hadapannya-jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan hatinya dari kehancuran. Cindy menatap tanah sejenak, bibirnya bergetar. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata Rayven dengan pandangan yang dipenuhi air mata dan rasa sesal. Dengan suara yang lirih, sehalus angin yang menyesap di antara rinai hujan, ia menjawab: "Waktu, Rayven... dan tempat yang tak lagi sama." Air matanya jatuh, tanpa bisa dicegah, menyatu dengan tetes hujan yang membasahi dunia di sekitar mereka. Hujan turun seolah ikut menangis, mengiringi jiwa yang saling mencinta namun tak bisa bersama. Rayven menggeleng pelan, hatinya mencabik dari dalam. Ia meraih tangan Cindy, memohon dengan sisa harapan yang ia miliki, Namun Cindy menarik tangannya, perlahan tapi pasti, lalu melangkah mundur. "Kalau waktu memisahkan kita... maka aku akan menunggu selamanya!" Rayven berseru, suaranya nyaris patah. "Cindy, tolong... beri aku alasan! Kenapa kamu harus pergi? Kenapa bukan kita yang melawan dunia ini bersama?" Cindy tersenyum dalam tangisnya. "Karena tidak semua cinta ditakdirkan untuk dimenangkan, Rayven..." Kemudian ia berbalik, melangkah pergi, meninggalkan Rayven di tengah hujan yang kini terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines