Kenapa Aku?

Kenapa Aku?

  • WpView
    Dibaca 12
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jan 16, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Lo bisa ga sih hargain usaha orang sedikit saja?! Pantesan dari dulu lo slalu di musuhin teman-teman lo di sekolah!" ucap Cia meledak-ledak. Dadanya kembang kempis, tangannya mengepal erat dan kulit putihnya nampak memerah. Jika di dunia kartun mungkin sudah ada asap di kepala Cia. "Diam!" bentak Ica. "Apa?! Memang bener kan kalo lo itu egois, maunya menang sendiri!" "Memang ... memang gue egois, tapi seenggaknya gue bukan pembunuh!" Ucap Ica tenang namun menusuk tajam. Sejenak Cia tak bisa bernafas, ia memejamkan matanya kembali dan menatap Ica dengan pandangan kosong. "Gue pembunuh ya?" Ica tersenyum miring. "Ya! Lo ... pembunuh. Lo ... pembawa sial! Harusnya lo aja yang mati. Pergi!" sarkasnya. #salamjabo_writingmarathon #challengemenulis3bulan @redaksisalam_ped
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#2
challengemenulis3bulan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • MAREAPADA [Revision]
  • Darrel My Bad Husband [Terbit]
  • MOZILA [TERBIT]
  • Ketua Osis Vs Kapten Basket
  • KIARA [END]
  • A Past Dark
  • Because I'm Stupid (End)
  • METANOIA (REVISI)
  • DRAFENZO SHAQUILLE
  • SLOWLY

Mareapada The Secret of The Universe. Ketika semuanya telah hancur dan terlambat. Hanya keluarganya yang bertahan, dan terlambat menyelamatkan perempuannya. "Aku saja yang dihukum, mengapa harus dia juga?" Mereka melindungi sekaligus menghancurkan. Memang seharusnya karma menyertai keduanya. Kembali kepelukan. Namun, dunia yang berbeda untuknya membuat Arte Daimon memanfaatkan anak sulung pengusaha terbesar yang sudah berdiri berpuluh-puluh tahun dan terus beregenerasi, yang diketahui manusia. Mungkin, ini keserakahan yang dapat dimaklumi. "Apapun untuk kebahagiannya, waktunya terlalu singkat untuk hidup. Kalau dia mampu menembak jantungku, aku ingin mati secepatnya, bersamanya, berulang kali." Asgar mengulangi lagi ucapannya, "kak, apa yang mami lakukan sampai kita dapat hukuman? Apa yang kamu lakukan dengan semua pecahan kaca ini?." Achilles hanya menggeleng dan menjawab. "Asgar, hiduplah seperti yang kamu mau saja, jangan pedulikan aku. Berbahagialah!" Laki-laki bersaudara itu hanya saling menguatkan, dan bertindak semaunya demi keinginannya tercapai. "Demi Arte, 'kan?" 2025©AISA

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan