Story cover for Di atas kertas by StrawberryNuna
Di atas kertas
  • WpView
    Reads 17,862
  • WpVote
    Votes 1,568
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 17,862
  • WpVote
    Votes 1,568
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published Jan 13, 2021
Mature
"Dua tahun. Hanya dua tahun dan setelah itu saya akan menceraikan kamu. Kamu bisa kembali ke kehidupanmu yang lama dan saya..." Ibra mengangkat bahunya acuh, "Seperti yang kamu lihat, kehidupan saya nggak akan berubah sekalipun kita menikah."

Mia mengangguk kaku. Pikirannya menerawang, hatinya juga mulai bertanya-tanya 'apakah keputusannya ini benar?' tapi rasanya semua sudah terlambat. Seharusnya dua tahun cukup untuk membuat laki-laki itu...

"Oh ya, satu lagi!" seru Ibra tiba-tiba, sontak Mia menatap wajah tampan laki-laki itu. Tatapannya yang serius selalu membuat Mia tertarik tapi buru-buru dia enyahkan pikiran gila itu.

"Selama kita menikah, pastikan kamu menjaga hatimu baik-baik. Jangan jatuh cinta sama saya. Ini adalah peringatan untuk kamu, Mia." ujar Ibra tegas. Matanya menatap mata Mia lekat, lalu sedetik kemudian Ibra menghembuskan nafasnya pelan. "Ya, I know you must think I'm overcons confident. But believe me... akan lebih baik kalau kamu menjalani pernikahan ini tanpa cinta."

Mia tersenyum tipis dan mengangguk pelan. "Ya. Kamu benar. Memang sudah seharusnya aku nggak mencintai kamu, seharusnya aku bisa menjaga hatiku sampai akhir..." Mia melarikan pandangannya ke luar jendela, melihat rintik-rintik hujan yang mulai jatuh membasahi tanah. Sepertinya semesta juga ikut merasakan patah hatinya.

Tapi sayangnya, semua sudah terlambat. Aku nggak bisa mengatur hatiku, kepada siapa ia harus jatuh.
All Rights Reserved
Sign up to add Di atas kertas to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
MARRIED WITH MY FRIEND  by SitiAir
91 parts Ongoing
"Aaaa" Aiza tidak bisa menahan suaranya karena terkejut melihat Gerald, sahabatnya sendiri tengah tertidur disampingnya, dibawah selimut yang sama dengan kondisi topless. Gerald yang mendengar teriakan Aiza seketika terbangun, ia terkejut dan bingung dengan apa yang terjadi. Ia melihat sekeliling dan menyadari bahwa ia baru saja bangun tidur di samping Aiza dengan hanya menggunakan boxernya. Tapi, dengan cepat Gerald menguasai keadaan dan dengan segera menutup mulut Aiza hingga tanpa sengaja setengah tubuh Gerald menindih setengah tubuh Aiza. Aiza berusaha berontak, tapi Gerald enggan melepaskan bekapannya takut gadis itu akan berteriak lagi. "Az, lo tenang dulu, Ok! Gak terjadi apa-apa diantara kita. Kita... BRAK Belum sempat Gerald menuntaskan kalimatnya pintu kamar yang mereka tempati sudah berhasil didobrak olah seseorang. Secara bersamaan Gerald dan Aiza menoleh kearah pintu, memastikan orang yang mendobrak pintu itu. Belum hilang keterkejutan kedua orang itu dengan kondisi mereka. Gerald dan Aiza harus kembali dikejutkan dengan Reno, paman Aiza dan Bram yang menonton mereka dari pintu yang terbuka dalam keadaan yang err... Intim. BUG *** Karena kejadian bodoh itu, Aiza dan Gerald yang notabenenya adalah sepasang sahabat harus mengubah status mereka menjadi sepasang suami istri. Tapi, karena Gerald sudah memiliki kekasih dan Aiza yang tidak mau terikat dengan pernikahan, mereka akhirnya memutuskan hal gila dengan menggantungkan pernikahan mereka disecarik kertas kontak. Akankah cinta pada sahabat mengalahkan cinta pada kekasih? Akankah semua baik-baik saja ketika kebenaran muncul ke permukaan?
Mr. & Mrs Albrecht by haygirl22_
12 parts Complete Mature
Arga baru saja melangkah keluar kamar, ponsel yang sempat tertinggal kini sudah di tangan. Namun begitu ia membuka pintu, langkahnya terhenti. Sosok itu sudah berdiri di ambang pintu-dengan senyum licin yang terselip di sudut bibir merah basahnya. "Mas, sebentar..." ucapnya lirih, lalu tanpa ragu memutar kunci pintu hingga terdengar bunyi klik yang terasa nyaring di tengah keheningan. Ia lalu berbalik, perlahan, seperti sengaja mempermainkan waktu. Tatapannya menusuk tajam, lembut tapi memabukkan. Langkahnya mendekat, tumit sepatu kecilnya menjejak lantai dengan bunyi halus yang menggema di kepala Arga lebih dari yang seharusnya. Ia mendekat... dan terus mendekat-hingga napasnya menghangat di kulit wajah Arga. Saat jarak hanya tersisa desah, ia berjinjit lalu melingkarkan tangannya ke leher Arga. Tubuh mereka kini bersatu tanpa celah, dan hidung mereka bersentuhan. Arga yang refleks merangkul pinggang ramping itu tahu, ini adalah awal dari sebuah ujian yang tak diajarkan di kitab-kitab kuning pesantren. "Aku lagi pengen, Mas. Sekarang," bisiknya nyaris tak terdengar, namun cukup untuk membuat darah Arga mendidih pelan. Bibir itu mencium bibirnya-hangat, basah, berani. Bukan ciuman biasa. Ciuman perempuan yang tahu pasti bagaimana caranya merobohkan benteng pertahanan laki-laki yang selama ini berdiri dalam istighfar. Arga sempat hanyut, meski sesaat. Tapi nurani santrinya masih hidup. Ia menarik diri perlahan, menyisakan napas yang masih beradu, dan dekapan yang belum ingin dilepas. "Jangan di sini... rumah Ayah, nanti mereka nunggu kita kelamaan," bisiknya, berusaha terdengar tenang padahal dadanya bergemuruh. "Mereka pasti ngerti. Kita suami istri, kan?" bisiknya menggoda. "Sekali aja, Mas... aku udah nahan dari tadi. Aku pengen kamu. Banget." Arga menunduk. Nafasnya dalam. Istighfar meluncur di batin, cepat dan berulang. Tapi yang satu ini bukan setan-ini godaan yang berwujud indah, harum, dan nyata.
You may also like
Slide 1 of 10
Dear Mia cover
Marriage With Mr. Actor (The End) cover
SELEPAS KAU PERGI cover
TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN cover
MARRIED WITH MY FRIEND  cover
Mr. & Mrs Albrecht cover
Hati yang tidak terlupakan... cover
CINTA YANG NYATA cover
Softer than Summer Night  cover
Anak Kembar sang Presdir [END] cover

Dear Mia

35 parts Ongoing

"Aku berusaha keras jaga jarak. Tapi dia malah masuk lewat celah yang nggak pernah aku sadari." - Mia "Kalau kamu butuh waktu, aku tunggu. Tapi jangan suruh aku mundur, karena aku udah terlalu jauh jatuhnya."- Kai Awalnya Kai dan Mia cuma rekan kerja. Tapi waktu yang mereka habiskan bersama, saling menghibur, dan berbagi banyak momen membuat batas antara profesional dan pribadi mulai kabur. Dua orang dewasa yang terlalu logis untuk jatuh cinta, tapi terlalu baper untuk menyangkalnya. Sebuah kisah manis dan menggelitik hati-tentang cinta yang datang tanpa permisi.