Story cover for Sorry Mom! by sharonjns
Sorry Mom!
  • WpView
    Leituras 317
  • WpVote
    Votos 45
  • WpPart
    Capítulos 5
  • WpView
    Leituras 317
  • WpVote
    Votos 45
  • WpPart
    Capítulos 5
Em andamento, Primeira publicação em jan 13, 2021
Ibu.

Satu kata yang sangat berarti untukku.

Malaikat?

Yah! Ibuku adalah malaikatku.

Malaikat yang selalu ada disaat aku sedih, susah, senang, atau apapun itu. Tapi sayangnya, aku selalu menganggap ibu itu mati.

Aku sungguh menyesal.

Sebutan binatang ataupun hal keji yang lain mungkin lebih cocok untukku. 

Maafkan aku ibu. Sesungguhnya aku adalah mahkluk paling berdosa yang pernah ibu lahirkan, yang pernah ibu kenal, atau yang pernah ibu temui.

Kutuk saja aku. Aku adalah makhluk hina yang tak pernah berterima kasih pada Tuhan, karena telah menghadirkan sesosok malaikat penyayang ibuku. 

Sekalipun aku menangis darah, semua perbuatan kejiku padamu takkan pernah bisa membalas pengorbananmu untukku, takkan pernah membayar budi jasamu sewaktu aku kecil. 


Maafkan Aku Ibu, 

Aku MenyayangiMu-Rara





_______________________________________

Mau yang sad? Di sini tempatnya>,<

Start= 14012k21
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Sorry Mom! à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#37ibuku
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Apakah aku pembawa sial?, de Aisyahrafa05
9 capítulos Concluída
Kisah tentang seorang gadis yang kehadirannya dibenci oleh ibunya sendiri,bahkan ia tidak tau karna apa ibunya sangat membencinya? Dilain sisi ia harus mengalah untuk kembarannya. Dan merelakan kekasihnya Apakah yang akan dilakukan rachelive untuk cintanya? haruskah merelakannya pergi atau sebaliknya? __________________________________ "aku gak habis pikir sama kamu Mila!!" sentak gio yg merasa muak dengan istrinya karena slalu pilih kasih dgn kedua putrinya "gak seharusnya kamu memperlakukan cheli seperti itu!!" sambungnya "putri aku itu cuma chela mas, dia itu cuma anak kamu!!" sontak membuat gio menggeram dgn jawaban istrinya itu "bagaimana bisa ada ibu yg sprti dirimu Mila!, dia sama-sama lahir di rahim mu, darah daging mu sndiri kau bilang bukan ank mu?" gio terkekeh sambil mengingat saat putrinya slalu diacuhkan oleh ibunya sendiri. malang sekali putri satunya itu tanpa mereka sadari ada gadis kecil yg sedang menguping arah pembicaraan kedua orang tersebut, dia adalah cheli seseorang yang jadi topik pertengkaran mereka. "DIA ITU ANAK SIAL MAS!!, gak ada untungnya aku memberi kasih sayang kepada anak itu" sebenarnya ada sedikit tak tega saat bicara sprti itu tapi Mila abaikan. dia tidak boleh mengasihani cheli ceklekkk Dua orang yg sedang di ruangan itu menoleh saat mendengar suara pintu dibuka dan menampilkan anak kecil berumur 7 tahun yang sedang membawa boneka. "maaf tadi cheli gak sengaja lewat dan denger kalian bicara" sambil berusaha membendung air matanya agar tdk jatuh, cheli berusaha kuat menahan tangisnya saat ibunya mengatakan hal yg membuat sangat sakit hati dibuatnya.
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Luka Yang Tak Bisa Bicara cover
Benalu [Terbit] cover
Apakah aku pembawa sial? cover
Sederet Luka Untuk Indira (Sudah Terbit) cover
Sheina (Terbit)  cover
Dear ABANG  cover
Menyerah atau Bertahan? cover
LEARA  cover
Raya  cover
Sister Enemy cover

Luka Yang Tak Bisa Bicara

12 capítulos Em andamento Maduro

Raka (16) tumbuh dalam keluarga yang berantakan setelah perceraian orang tuanya. Ibunya, Maya, semakin sibuk bekerja dan menjadi dingin, sementara ayahnya, Danu, menghilang tanpa kabar. Satu-satunya yang masih berbicara dengannya adalah adiknya, Nara (9), tapi Raka sendiri semakin menarik diri dari dunia. Di sekolah, dia pendiam dan tertutup. Sahabatnya, Jodi, mencoba mendekatinya, tapi Raka tak pernah benar-benar terbuka. Dia lebih suka menggambar-menuangkan semua yang tak bisa ia ucapkan ke dalam sketsa. Suatu hari, Raka menemukan surat lama dari ayahnya yang tak pernah sampai kepadanya. Surat itu berisi permintaan maaf dan harapan untuk bertemu kembali, tapi bagi Raka, semuanya sudah terlambat. Keadaan semakin memburuk ketika ibunya, dalam kemarahan, berkata: "Kalau kamu nggak pernah lahir, mungkin semuanya nggak seberantakan ini." Kata-kata itu menghancurkan hatinya. Sejak hari itu, Raka berhenti bicara. Dia semakin menjauh, hingga suatu malam, dia pergi dan tak pernah kembali