We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Luminositas Semesta

Luminositas Semesta

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 12, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Nadira Deev, delapan tahun aku mengenalmu. Waktu itu, kamu berdiri dengan jaket dan jam tangan hitam kesukaanmu. Aku pernah melepasmu dan itu sangat menyiksa. Aku tidak pernah benar-benar ingin melepasmu. Sikapmu Deev, sikapmu yang menyuruhku untuk ganti tujuan; pulang pada rumah yang bukan lagi kamu. Deev Nad, maaf untuk semua sikapku. Harusnya aku sadar, aku sudah menyukaimu sejak awal, namun waktu itu aku masih ragu dan aku terlalu takut untuk gagal, tapi hal itu justru membuatku gagal memilikimu. Ini bukan salahmu Nad, berhenti menyalahkan dirimu sendiri, aku yang membuatmu bingung sejak awal. Terimakasih Nad, sudah menjadi dirimu dengan versi paling terbaik, aku menyayangimu; selamanya. Zaa Enam tahun, Nad. Selama itu aku nunggu kamu. Katamu, membuatku keliru. Aku pikir benar bahwa yang selalu ada dapat menggantikan yang pernah ada; kata itu tak berlaku untukku, yang kamu mau tetap bukan aku. Aku tidak akan membencimu Nad, aku akan tetap mencintaimu sampai selesai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maina & Maxim
  • Mencintaimu Dari Ujung Senja
  • Lovakarta
  • Another Goodbye (The Other Side 2)
  • Honestly Hurt [COMPLETED]
  • Harapan Dandelion yang Rapuh
  • Anugerah Patah Hati [COMPLETE] ✔
  • [✓] - Dari Semesta [COMPLETED]
  • Maaf' (Revisi)
  • 43 Bagian Cerita Vanys [END]

Katanya aku manis. Polos. Bidadari tanpa sayap. Lucu ya, betapa mudah manusia jatuh cinta pada ilusi. Aku cuma belajar satu hal dari hidup: jadi korban itu menyakitkan. Tapi terlihat seperti korban-itu kekuatan. Kau tahu rasanya dipeluk oleh keluarga yang bukan milikmu? Dicintai, dimanja, lalu diam-diam disamakan dengan bayangan yang tak pernah bisa bersinar sendiri? Aku tidak minta dunia ini adil. Aku cuma ingin mematahkannya, seperti mereka mematahkan aku. Dan Maxim? Kakak sempurna yang dulu mengusap rambutku-sekarang kusebut nama dengan gigi terkatup. Dia pikir aku masih gadis kecil yang diam-diam naksir bayangannya. Padahal, sejak dulu aku ingin menghancurkannya, atau membuatnya bertekuk lutut. Tapi tenang, ini bukan kisah cinta. Ini kisah tentang dua luka yang tumbuh di tempat yang salah. Aku adalah hasil sampingan dari dunia yang katanya indah. Dan sekarang aku kembali-bukan untuk pulang, tapi untuk menyulut kebakaran terakhir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines