School Of Hunter

School Of Hunter

  • WpView
    Reads 218
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 3, 2021
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Pemburu" itulah sebutan khusus bagi sekumpulan siswa yang memiliki kekuatan sihir. Tidak semua orang memiliki bakat sihir, hanya orang-orang tertentu yang mendapatkan potensi memiliki kekuatan sihir sejak mereka di lahirkan dan cenderung dapat melihat iblis. Jadi mereka di kumpulkan di sebuah sekolah yang bernama "school of Hunter". Mereka bertujuan untuk mengalahkan iblis yang membunuh para manusia. Seorang siswa SMK Swasta di kota Bandung bernama Nathanael memiliki sebuah bakat sihir, tapi tidak seperti pemilik bakat sihir yang lain, ia belum menyadari potensi yang dimilikinya dan belum pernah melihat iblis. Suatu kejadian membuatnya berhadapan dengan iblis untuk pertama kalinya, setelah melihat betapa mengerikannya mereka dan apa yang iblis perbuat pada manusia, ia berkeinginan untuk membasmi semua iblis. Akankah ia dapat menghadapi semua rintangan dan musuh kuat yang ada di hadapannya?
All Rights Reserved
#200
iblis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • CERITA HOROR SEKOLAH
  • KKN DI DESA PENARI (Versi Nur)
  • MALAPETAKA ( Tamat )
  • loh kok?? (DALAM MASA HIBERNASI)
  • Supernatural
  • Hana's Indigo (True Story) ( Repost Ulang Sampai Tamat )

(BASED ON TRUE EVENT) **** Ini adalah kisahku saat mengikuti perkemahan PMR Regional provinsi. Dimana lokasi yang ditempati merupakan tempat pembantaian terbesar PKI dimasanya. Kisah kelam korban di masa lalu membentuk entitas kengerian ditempat itu. Sosok-sosok yang masih tak terima saat dibantai karena ketidakadilan memenuhi lokasi area bekas Belanda tersebut. Disini mereka menanti. "Kebun Djengkol". **** BRAKKK... Tiba-tiba pintu itu menutup dengan sendirinya. Spontan aku yang kaget langsung berlari menjauhi. Ketika melewati tembok jalan keluar bilik kamar mandi, aku tak sengaja menabrak seseorang. "Cuk!!!" Awalnya pemuda itu sempat marah, namun ekspresinya berubah saat melihat wajahku yang sudah pucat pasi. Aku pun bengong sepersekian detik. Bukan, bukan karena terpesona melihat wajah orang tampan layaknya adegan film-film romantis remaja. Namun aku berusaha menenangkan diri dari sisa ketakutan. Pemuda itu menatapku dengan ekspresi yang susah dimengerti. "Kamu nggak apa-apa?" tanyanya kemudian. "Nggak apa-apa. Maaf nggak sengaja nabrak". "Kenapa? Habis liat hantu ya?" "Ah ituu ..." "Kuntilanak ma setan bocahnya masih ngeliatin kamu tuh." Ucapnya santai. Dadaku kembali berdegup kencang sambil mengumpat lirih. Kini aku ganti memandangnya lekat. Dan pemuda itu membalas reaksiku dengan menyipitkan mata. "Apa?" Tanyanya kemudian. "Kamu bisa liat kan 'mereka' kan?" "Liat apa?" Aku sedikit melangkah mendekatkan diri sembari berbisik "Demit" Pemuda itu sempat terbahak. Lalu tiba-tiba menjulurkan sebelah tangannya. "Aku Aji." ****

More details
WpActionLinkContent Guidelines