Distant Friends (On Going)

Distant Friends (On Going)

  • WpView
    Reads 198
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 23, 2022
Delisya Nasha Fawzia. Gadis manja yang takut akan keramaian. Namun, di sisi lain dia memiliki tingkah yang sulit dikendalikan, kata lainnya adalah pecicilan. Perilakunya itu selalu membuat kesal orang yang berada di sekitarnya. Tapi semuanya berubah seketika. Saat dia merasakan jatuh cinta tanpa sengaja. Dengan kebingungan yang terus saja melanda hatinya. Perasaan yang sulit sekali di artikan. Hingga pada dasarnya dia terjatuh sangat dalam. Terjatuh layaknya seperti di ketinggian beberapa ratus meter dari permukaan bumi. Entah apa yang terjadi lagi selanjutnya? Dan entah apa yang akan dia lakukan? Dari pada penasaran kan. Intip yuu ceritanya;)
All Rights Reserved
#24
feeling
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dishana (End)
  • Lantas (END)
  • SALAH RASA (TAMAT)
  • Arkrasiv ☑️
  • Peluk Aku, Tuan
  • ESCAPE. | Jake - Yujin ✓
  • I'm okay (END)
  • ARGANTA.
  • Nepenthe
  • Effort 2 [ Completed ]

Ini tentang Dishana, perempuan yang memiliki nama ambigu sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman. Ini juga tentang di sana, dimana yang terlihat tertawa belum tentu bahagia, menangis belum tentu menderita. Dishana, di sana? Terdengar sama, namun memiliki makna berbeda. _________________________________________ "Di sana...." Suara lantang dari lelaki yang berdiri di atas podium itu membuat perempuan yang merasa namanya di panggil mengangkat tangan dengan percaya dirinya. Hening, semua mata tertuju kearahnya. "Kenapa berdiri?" Tanya sang pemanggil nama dengan tatapan heran. "Kakak tadi manggil nama saya?" "Siapa? nggak tuh." "Dishana. Itu nama saya kak." "Di sana." Tekan lelaki itu menunjuk kearah ruangan di bagian itu Utara. "Di sana tempat kalian semua kumpul setelah istirahat nanti." Penjelasan lantang itu membuat seluruh orang berusaha keras menahan tawanya. Wajah Shana memerah menahan malu, berusaha keras ia menampilkan raut biasa. "Dishana." Kakak tingkat itu menatap kearah Shana dengan serius. Merasa kali ini benar dirinya terpanggil, Shana menjawab. "Iya kak?" "Di sana senang, di sini senang dimana-mana hatiku senang." Langkah santai diiringi senandungan keras meluapkan tawa tertahan semua orang di sana. Sial! Bisakah Dishana mengurus akta kelahiran dan kartu keluarga di dukcapil untuk mengubah namanya? __________________________________________

More details
WpActionLinkContent Guidelines