salting november

salting november

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 14, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Salting november Setelah itu aku sadar Bahwa aku sangat egois Mudah sekali mengambil kesimpulan Padahal masih ditepian sungai Berfikir, kenapa aku tidak berfikir pada saat itu Tatapan mu membuat ku lupa diri tidak menyadari sbnrnya aku masih memiliki otak Ohh tidak, mungkin aku terhipnotis Sehingga lupa dengan diriku Jika aku berjalan denganmu Aku yakin kita akan berpisah dipertigaan Karna kita tidak sama Bedaa,, kita masih sama menjadi manusia Tapi ada yg beda ,, yaa caramu melihat dunia berbeda dengan caraku melihat kefanaan ini Cintaa,, mengapaaa aku mudah skali jatuh hati kepadanya pada saat itu Padahal kita baru bertatap muka Mengapa aku tidak bertanya pada saat itu kepadamu,, mengapaaa ?!! Aku kesal dengan hari itu.
All Rights Reserved
#46
ash
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • sraddah (on going)
  • Standing With You (gxg) (completed)
  • U'RE MINE [END]
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • Perjodohan paksa || jaemnnie
  • My Diary
  • Fall in love with Ghost
  • We Found Another Love [Completed]
  • PROMISE (NARUHINA)

mata lentik itu terbuka saat matahari menerpa wajah nya, dia terduduk dengan keadaan bingung dan heran, seingatnya dia tadi sudah mati karna di bunuh, kenapa dia disini?. "nyonya, segeralah bersiap tuan sedang menunggu nyonya di ruangannya" *** "seperti keinginan mu waktu itu, aku mengizinkan mu untuk pergi dari kastil dan hidup sebagai rakyat biasa, sebagai pengakuan kesalahan mu Karna telah melukai nyonya meneer waktu itu" hah?, wah wahh baru saja merasakan hidup enak malah jadi hidup susah, tapi tak apalah dari pada disini aku merasa kurang nyaman. "baik tuan aku akan bersiap untuk pergi, terimakasih telah memberikan hukuman yang tak berat, saya akan berangkat malam ini" "yah hiduplah menjadi rakyat nyonya, agar Anda tak merasa anda selalu berkuasa" "baik tuan saya izin pamit, terima kasih karna menerima maaf saya" "ya pergilah, ini koin untuk anda bertahan hidup, carilah kerja dan hidup lah dari uang hasil kerja keras mu nyonya" "tentu, saya izin pamit" aku pergi dari ruangan nya, benar aku harus segera bersiap, dan harus berkerja keras dan lebih giat lagi. "nyonya tuan muda sedang menangis sekarang, maaf nyonya saya bukan bermaksud untuk mengangu nyonya tapi lihat lah tuan muda dulu" WTF lah nie tubuh dah jadi emak emak?, yaudah lah gue Bawak ajah tu bocah "antarkan saya ketempat tuan muda" "lewat sini nyonya" yukkk mampirrr kalau kepooo kelanjutannya🤭 Arti judul bisa di lihat di capt 13 Cover by canva and pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines