topeng, semua orang disekitarku mengenakannya, sahabat sahabatku, kakak kandungku, musuh musuhku, bahkan aku juga mengenakannya.
Bilang aku pengecut, aku tak akan marah, karena memang aku tak mau semua orang ,mengenal diriku sebagai aku, lucu memang, karena aku lebih nyaman jika semua orang melihatku dengan tertutup topeng, yang sebenarnya dibuat oleh sahabatku sendiri. atau lebih tepatnya sahabatku lah yang merasa nyaman, entahlah. Aku haya setuju.
Tapi pertanyaanya, apa memang aku yang mengenakan topeng itu atau malah mereka, orang orang yang kusebut sebagai sahabat ?...
Aku tidak mengerti, tapi aku tahu semua orang disekitarku menyimpan suatu rahasia yang mereka jaga agar aku tidak mengetahuinya. Tak masalah , karena memang aku tidak mau mengetahuinya. Tapi apa benar aku tidak peduli ?
Manusia hanya menilai sesuatu dari apa yang mereka lihat dan dengar jadi karena itu lah jangan mudah percaya dengan orang lain karna orang lain punya 'wajah' mereka sendiri dan mereka lah yang mengatur 'wajah' yang mana yang akan di tunjukkan
Terkadang orang baik belum tentu dia baik. Orang jahat belum tentu dia jahat.
Manusia bagaikan badut, yang bisa berubah ekspresi dengan koleksi topengnya itu, bahkan kita tidak tau di balik topeng itu dia adalah seseorang yang jahat nan manipulatif.
Kita terlalu di tipu, sampai-sampai kita tidak mengenali siapa dia sebenarnya.
WARNING!!
DI HARAP BIJAK DALAM MEMBACA KARENA ADA ADEGAN KEKERASAN DAN KATA VULGAR.