Cinta Terjalin Senja

Cinta Terjalin Senja

  • WpView
    LECTURAS 20,037
  • WpVote
    Votos 2,248
  • WpPart
    Partes 41
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, feb 20, 2025
Bahuwirya tak pernah berharap ia jatuh cinta pada gadis lugu yang terus menatapnya dengan rasa penasaran. Bagaimana ketika gadis itu mendekatinya, bertanya padanya, serta mengajaknya berbicara pada suatu hal yang selama ini belum ia rasakan di dunia. Gandes Naeswari, nama gadis itu selalu terngiang dibenaknya sekarang. Setelah tahu alasan untuk hidup di hutan seorang diri membuat Bahuwirya mengerti. Gadis lugu itu hanya butuh ketenangan, menjalani hidup yang semestinya tanpa harus dipenuhi pertengkaran serta siksaan batin dari ibu juga kakak tirinya. Bahuwirya tidak akan melupakan tatapan penuh luka, terselip raut muka kecewa ketika tahu bahwa dirinya telah melakukan kesalahan. Kesalahan yang tak seharusnya Bahuwirya lakukan ketika berada di dunia manusia kala itu. Bahuwirya tentu berbeda dengan Gandes. Cara hidupnya saja sudah berbeda seratus delapan puluh derajat di antara mereka, apalagi keinginan Bahuwirya untuk menyesuaikan hidup menemani gadis itu hingga dipenghujung mautnya? Jelas Bahuwirya menyadari dirinya salah, membiarkan Gandes jatuh pada kesalahpahaman membuatnya terperosok ke dalam lubang tanpa dasar. Tatkala keduanya dipertemukan kembali, akankah Bahuwirya termaafkan? Sekaligus melepas kutukan dari tubuhnya yang telah tertanam sejak beberapa ratus tahun lalu. - "Meski ribuan tahun mengikis kisah romansa antara kau dan aku, perasaan 'itu' tak akan pernah luntur oleh lekangnya waktu. Tidak peduli dirimu bereinkarnasi puluhan kali, aku akan tetap menunggumu, dewiku." 💯 Fiksi ---- Cover from: pinterest Pertama update : (15-05-21) Para plagiator, menjauhlah. Murni hasil imajinasi, selamat menikmati.
Todos los derechos reservados
#22
wilwatikta
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐝𝐮𝐚 𝐬𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐮𝐭𝐫𝐢
  • My Duchess / End
  • ANAIAL《TERBIT》
  • DIA BIRUTA
  • Prambanan Obsession (END)
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Bisikan Cinta Sepertiga Malam (On Going)
  • KALINDRA
  • Aiserana: Transmigrate To Villain Figures
  • GRIZLEN {On Going}

☘️DIMOHON UNTUK TERLEBIH DAHULU MEMFOLLOW AUTHOR SEBELUM MEMBACA!,DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE,, THANKS YA...🐣✨ ♢⟭𝒌𝒆𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒅𝒖𝒂 𝒔𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒖𝒕𝒓𝒊⟬♢ . . . {"PEMBUKAAN"} *Pada suatu hari dimalam hari. seorang wanita bernama heira yang sedang berjalan menelusuri koridor di tempat ia bekerja, yang pada saat itu hampir dari sebagian lampu yng ada di tempat ia bekerja sudah di matikan karena sudah larut malam yang menunjukkan pukul 00:00, pada saat itu heira sedang bekerja lembur karena beberapa minggu lalu ia sempat mengambil cuti tanpa alasan yang jelas, yang membuat nya harus bekerja lembur. Heira berkata " A~Akhirnya sudah selsai, rasanya aku ingin langsung merebahkan tubuh ku. ",*katanya sambil meregangkan tubuh nya. *Setelah diri nya sudah beranjak dari gedung kantor nya, ia berjalan hingga halte menunggu taksi yang ia pesan di sana. Tak selang lama ia pun naik ke dalam taksi yang ia pesan tadi, di tengah perjalanan saat taksi yang ia tumpangi melewati sebuah tol, tiba-tiba taksi yang ia tumpangi tertabrak oleh sebuah truk besar yang mengalami rem blong. Setelah itu pandangan nya menjadi buram dan heira pun menjadi tak sadarkan diri. Ketikan ia terbangun dan sadar betapa terkejut nya heira yang sekarang sudah tak lagi diruangan yang ia kenal, ia pun beranjak dari tempat tidur nya dan berjalan ke arah cermin besar yang ternyata di dalam pantulan pada cermin itu bukan lagi bayangan milik nya melainkan kan... "bagaimana kedepan nya?, apakah heira dapat bertahan di tubuh baru nya?, atau kah akan berakhir tragis seperti di cerita asli?. " ☘️HAPPY READING🐣 『⚠️🚫DILARANG MENGCOPY CERITA INI! , KARENA CERITA INI MURNI KARANGAN AUTHOR!! 🚫⚠️』

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido