AURORA

AURORA

  • WpView
    Leituras 3,573
  • WpVote
    Votos 2,753
  • WpPart
    Capítulos 28
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, mar 20, 2023
"Yang pertama gue minta sama lo. Lo harus berusaha sayang sama gue setulus hati lo." "HAH?!" "Yang kedua, lo harus berusaha cinta sama gue setulus hati lo." "WHAT?! Lo ngomong apa sih?!" "Dan yang terakhir, lo harus jadi pacar gue." "NGGAK! Nggak mau gue jadi pacar lo!" "Gue nggak terima penolakan!" "Lo udah berani nyuri hati gue. Lo juga berhasil membuat gue tertarik sama lo. Dan bagi gue sesuatu yang buat gue tertarik harus jadi milik gue," tekan Gavin meyakinkan Aurora. _________________________________________ "Udah deh ah, aku melayang nih," ujar Aurora tersipu malu. "Yaudah melayang aja. Tapi tunggu dulu, aku mau ambil tali terus ikat kamu." "Buat apa pakek di ikat segala?" "Biar bisa balik lagi ke aku." "Dahlah, beneran melayang kalau gini." #3 in Reygan (20 Agustus 2020)
Todos os Direitos Reservados
#317
mostwanted
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • ZELINARKA
  • Possessive Badboy [END]
  • ELOURA [Proses Revisi]
  • Back For Me (Completed)
  • AYKA
  • Letha
  • Dear Louisa (END)
  • ARGA [TAMAT]
  • GALAKSA [End/Terbit]

[BELUM DI REVISI] So, typo masih berserakan~ About, dua pilihan yang sulit ditentukan. --------------------------------------------------- "Gue nggak mau basa basi" Rehan memalingkan wajahnya. "Gini aja.. Gue kasih pilihan buat lo. Gue atau Rendy?" "Emangnya salah gue apa sih sampe lo kayak gini?" Fix, gue nangis sekarang. Gue tau apa salah gue. Tapi sampe melampaui batas apakah kesalahan gue sampai sampai Rehan kayak gini ke gue? "Lo tanya salah lo apa, apa nggak bisa intropeksi diri yah?!" Mendengar kalimat itu keluar dari bibir Rehan, semua badan gue gemeteran. Entah karena nada suaranya yang meninggi ataupun auranya yang seolah ingin menerkam gue sebagai mangsanya. Gue mencoba menetralkan semua badan gue yang gemeteran dan menyeka air mata yang udah nggak kehitung lagi jumlahnya. Diam sejenak. "Kalo lo mau jawaban dari gue, gue nggak bisa jawab. DAN GUE NGGAK BISA MILIH" Ucap gue dengan penuh penekanan. ®2019

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo