I am STUPID ?

I am STUPID ?

  • WpView
    LECTURAS 337
  • WpVote
    Votos 30
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ene 22, 2021
Dia menyebalkan, egois dan sangat menyusahkan. Gayanya sangat tengil hingga ingin sekali aku membawanya kedalam karung lalu mendorongnya ke jurang yang dalam. Seorang Erlan, aku mencintainya. Mencintai segala yang ada pada dirinya. Tapi itu belum tentu terjadi sebaliknya padaku. Orang bodoh mana yang mau ada di posisi sepertiku. Dia pusat duniaku, tapi aku bukan pusat dunianya. Tidak berharap lebih, hanya butuh sedikit kesadaran. "Kau masih mencintainya? Jika iya maka aku yang akan pergi dari sini." "Tidak ada yang memintamu pergi Kalisa. Diam ditempatmu." . •Original by Meyonu
Todos los derechos reservados
#657
moveon
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Arsyilazka
  • Si Gadis Manis Tak Polos
  • KEPINCUT BRONDONG
  • 36 days with you {saida} [End]
  • Rasa&Rahasia (Masih Berlanjut)
  • JATUH GAK CUMAN SEKALI
  • A Complicated Heart
  • THE CLIMB [Completed]
  • orang yang selalu menunggu ku

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido