Tentang Aldinata

Tentang Aldinata

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 2, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Hanya berisikan kisah cinta remaja pada umumnya. Saat awal pertemuan, bagaimana berkenalan sampai tumbuh rasa ingin memiliki satu sama lain. Seperti kisah Rio dan Alisya. Pertemuan yang sangat klise tetapi ternyata memiliki pengaruh yang sangat besar bagi keduanya. Alisya dengan senyumannya yang berhasil membuat Rio jatuh terlalu dalam pada gadis itu. Penasaran bagaimana kisah mereka?
All Rights Reserved
#147
kisahsma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)
  • ALATAS
  • Kenapa Harus Dia?
  • I Win, Baby ✔ [Warren Series #1]
  • IZINKAN AKU MEMILIH [TELAH TERBIT]
  • Jane [OPEN PO]
  • Senandung cinta untuk Alyssa(end)
  • lewat Rindu[Lengkap]
  • You're Mine
  • PEMERAN UTAMA season 1

SEGERA DITERBITKAN Sebenarnya ini adalah idenya Liaa. Entah apa yang merasuki otaknya kali ini, sehingga memintaku untuk menulis. Aku tidak pandai merangkai kata-kata, apalagi menyelesaikan suatu cerita. Tidak seperti Liaa yang sangat menikmati saat-saat merangkai setiap paragraf dalam mengembangkan idenya. Bersenandika, mengolah diksi, menulis berbagai tema, dan menuntut pancaindra agar lebih peka. Bila satu paragraf saja membuatku termenung berlama-lama, apalagi satu novel yang sampai beratus-ratus halaman tebalnya. Aku bisa gila, Liaa. Namun, gadisku yang cerewet dan berambisi besar itu pasti akan memprotes, "Kamu pasti bisa, kok, jangan pesimis, deh! Belum apa-apa udah ngeluh. Nulis itu gampang, cuma kamunya aja yang gak mau usaha!" Begitulah Liaa, dia 'illfeel' dengan orang yang angkat tangan sebelum berjuang. Alih-alih memotivasi, malah muncrat juga omelannya. "Iya, Liaa. Jangan ngambek, aku cium, nih!" Ancamanku membuat pipinya seketika memerah bak kepiting rebus. Aku sangat buruk dalam mengembangkan ide cerita. Jauh dibanding Liaa yang bisa menyelesaikan dua novel sekaligus. Ya, novel-novel itu adalah kisah kami yang dia tulis. Tugasku cukup diam dan jangan membuatnya marah. Jika tidak, Liaa akan berhenti menulis dan mengomel seperti ibu-ibu kostan. Karena sejatinya waktu terbaik untuk menulis adalah 'mood' yang baik.

More details
WpActionLinkContent Guidelines