Story cover for WHY?  by jejeryry
WHY?
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Jan 15, 2021
Mature
Jerom Aranda Karan putra dari pemilik Perusahaan IT terbesar di UK, The Eye Company. Laki - laki berusia 28 tahun ini akan menjadi CEO termuda di negara tersebut dikarenakan kesehatan Ayahnya yang menurun. Terkenal sebagai laki-laki yang dingin, tegas dan playboy. Sangat suka dengan olahraga seperti basket, renang dan berkuda. 

🖤

Sara Qeel Loury, perempuan berusia 22 tahun ini merupakan mahasiswi jurusan Komunikasi dan Politik semester 7 Universitas Langham. Perempuan pendiam dan pemalu ini memiliki bakat musik dan menulis. Sara juga merupakan putri bungsu dari pemilik perusaan operator seluler terbesar di UK yaitu Connect Inc. Sara sendiri oleh keluarganya tidak dikenalkan ke publik, sehingga identitasnya sebagai putri pengusaha besar tidak diketahui.
All Rights Reserved
Sign up to add WHY? to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Love In Washington. by Glad2Chaa
12 parts Complete
Laura Anastasia Waldorf, 22 tahun, adalah wanita muda yang telah mencapai kesuksesan lebih cepat dari usianya. Sebagai Manajer Keuangan di Van Der Cosmetics & Skincare, ia dikenal cerdas, disiplin, dan berdedikasi. Namun, di balik profesionalismenya, Laura menyimpan ketertarikan diam-diam pada pria yang selama ini hanya bisa ia kagumi dari kejauhan-Nate Van Der Woodsen, Direktur Utama sekaligus putra sulung pemilik perusahaan. Nate, 27 tahun, adalah pria tampan dan karismatik yang selalu menjadi pusat perhatian. Dengan latar belakang keluarga kaya dan statusnya sebagai pewaris utama perusahaan, banyak wanita berlomba-lomba mendapatkan hatinya. Namun, bagi Laura, Nate lebih dari sekadar pria idaman-ia adalah sosok yang membuat jantungnya berdebar setiap kali berada di ruangan yang sama. Di luar dunia kerja, Laura harus menghadapi adiknya, Ellie Tatiana Waldorf, yang berusia 18 tahun. Berbeda dengan Laura yang disiplin, Ellie lebih bebas dan sulit diatur. Ia sering menghabiskan malam di klub, bersenang-senang tanpa memikirkan konsekuensi. Namun, meskipun sering membuat Laura kesal, Ellie sebenarnya sangat menyayangi kakaknya dan diam-diam mendukung perasaan Laura pada Nate. Di tengah persaingan di kantor, tekanan dari lingkungan sosial, dan perasaan yang tak bisa ia ungkapkan, Laura harus menentukan langkahnya. Haruskah ia terus memendam rasa, atau berani mengambil risiko untuk mendekati pria yang mungkin tak pernah melihatnya lebih dari seorang bawahan? Washington menjadi saksi perjalanan seorang wanita muda dalam mengejar impian, cinta, dan tantangan hidup yang tak terduga.
You may also like
Slide 1 of 9
Beloved CEO : CEO Tercinta cover
Binar Cinta CEO Brondong  cover
Me and The Boss (END) cover
Love In Washington. cover
Time With You [END] cover
THE BILLIONAIRE'S POSSESSION [End] cover
The Crazy CEO (Crazy Series #1) (End) cover
TERJERAT CINTA CEO AROGAN  cover
Pacarku (Sementara) Seorang CEO [END] cover

Beloved CEO : CEO Tercinta

30 parts Complete Mature

Completed ✅ Bagi Stella Francis, bekerja di Peters & Co. adalah tiket satu arah menuju hidup yang lebih layak, walau itu berarti harus mengenakan sepatu murah yang lecetnya tak bisa disembunyikan, menyimpan bekal dalam kotak makan anak-anak, dan tetap tersenyum lebar sambil membawa lima gelas kopi untuk rekan satu tim. Ia tahu dunia kantor tak selalu ramah, apalagi jika atasannya adalah Stefan Peters, seorang CEO yang lebih nyaman berbicara dengan spreadsheet daripada manusia. Namun Stella bukan tipe wanita dua puluh tujuh tahun yang mudah surut. Di balik sikap riangnya, ada keteguhan yang telah ia tempa, bahkan oleh Stefan yang dikenal dingin. Perlahan, celah-celah kecil terbuka. Dalam ruang-ruang diskusi larut malam dan proposal yang disusun berdua, Stefan mulai melihat sisi lain dari Stella, bukan hanya sebagai rekan kerja dan karyawati yang selalu bersinar, tetapi sebagai seorang perempuan yang hidupnya ditambal oleh keterbatasan dan tak pernah kehilangan cahaya. Keduanya berjalan di garis tipis antara profesionalisme dan sesuatu yang jauh lebih personal. Karena ternyata, yang paling sulit bukan menjaga jarak, melainkan pura-pura tak merasa apa-apa. Tapi bagaimana jika yang coba mereka hindari justru satu-satunya hal yang layak diperjuangkan?