"Bunda, bunda jangan tinggalin aya bunda,aya udah bilang ke bunda kalau aya ga ngelakuin semua itu,bunda tolongin aya,aya takut bunda," isak tangis seorang gadis kecil yang berumur 5 thn.
Betapa malangnya dia di usianya yang masih kecil di tinggal oleh keluarganya karena kejadian yang tidak di perbuat olehnya,.
''''''''''''''
Selamat membaca kisah CAHAYA guys🤗❤
Cerita ini menceritakan tentang seorang remaja yang ngga di anggap oleh keluarganya sejak dia berusia 5 thn, hanya karena kesalahpahaman mengakibatkan ia tidak di anggap.
Ia sudah berkali kali menceritakan tentang kejadian yang sebenarnya kepada keluarganya,tetapi tetap aja keluarganya ngga percaya sama dia.
Dia masih tinggal bersama keluarganya,tapi apapun yang di lakukan nya di rumah itu selalu salah di mata keluarganya,karena udh ga tahan liat CAHAYA berada di rumah itu,keluarganya pun mengusir aya dari rumah,betapa malangnya dia.di sekolah pun aya sering di bully bahkan ke 2 sahabatnya menjauhi aya karena ke makan oleh omongan kembaran nya aya
Tetapi dari semua masalah,mulai dia yang tak di anggap,di usir dari rumah,bahkan sampai di jauhi oleh org yang mungkin bisa di bilang cuma merekalah yg aya punya,aya bisa mandiri dan sukses tanpa di bantu siapa pun
Mau tau kelanjutan ceritanya??😍🤗
Hayooo guys baca ya biar tau kelanjutannya, di jamin seru ,kalian harus menyiapkan hati biar ga tersakiti seperti CAHAYA wkwkwk
""""""""""
Dimohon untuk tidak plagiat,aku tau cerita aku ga sebagus cerita orang² tapi percayalah ini hasil pemikiran aku dan waktu yang terbuang,.
Jangan malu untuk berkarya
Salsabilyr 🥀
Happy reading guys,semoga suka🤗
Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya.
Khanaya Neevezha Althaia
Khanayla Naveezha Affran
Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal.
.
.
.
.
.
"Urusannya sama lo apa?"
"Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama."
"Terus hubungannya sama gue apa?"
"Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong."
Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya.
Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali.
"Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat.
"Bukan ini yang aku mau."
"Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla.
.
.
.
.
.
Please enjoyed this place story...
[Rank my story]
#1 : /dikha
#1 : /dikha
#1 : /dikha
#1 : /dikha
#6 : /anaksekolahan
#8 : /penolakan