Rumah Singgah

Rumah Singgah

  • WpView
    LECTURAS 3,539
  • WpVote
    Votos 108
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jun 10, 2023
"Waktu ranting mengalami patah, pohon memang kehilangan bagiannya. Tapi pohon itu tidak hanya memiliki satu ranting. Sama hal nya tangga menuju mimpimu, jika ambruk sekali masih banyak tangga lain. Kalau patah, tumbuhkan lah lagi." - Saat kakak laki-laki sulungnya- Malaka Prawidja berhasil menggapai tujuan terbesar dalam hidupnya untuk dipersembahkan pada Ibu ; Kahiyang tahu bahwa yang akan dipecut asa berikutnya adalah ia. Bukannya Kahiyang tidak suka atau merasa terpaksa, sebab mempersembahkan keberhasilan pada Ibu juga merupakan tujuan ia hidup. Hanya saja, sampai Lily Desember bermekaran menghabisi penghujung usia 20 tahunnya ; Kahiyang belum juga dapat memenangkan apapun yang bisa dibanggakannya di depan Ibu dan keluarganya. Entah sudah berapa banyak waktu yang sudah ia habiskan untuk mengejar asa dari bakat yang paling dibanggakannya. Tapi tetap tidak ada hasil yang memuaskan. Kahiyang benci, jika menyadari bahwasanya suatu saat nanti bisa saja usaha mati-matiannya di masa muda hanya menjadi sejarah hidup belaka untuk diceritakannya saat sudah menjadi istri dari seorang pria. Cangkir teh kembali ia isi, terus menerus sampai ada kemungkinan bahwa teh dalam cangkir itu bisa melelehkan cangkir yang menampungnya.
Todos los derechos reservados
#16
runtuh
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • LUNAR VEIL: The Hidden Path
  • Devil's Ginkgo
  • Twins Different ( End )
  • 不忘 - Can't Forget (QiXin - WenXuan - WenXin) [END]
  • save me
  • Rainbow
  • A Life That Turns
  • Feeling (Jjk - Iny) [Complete]

Hidup dengan bekerja keras setiap harinya, begitulah kehidupan yang Yuanzhi jalani. Dirinya tidak keberatan dengan hal itu, tapi yang namanya pemikiran seorang remaja yang bahkan belum dewasa. Pasti terselip sebuah keinginan konyol untuk mengubah takdirnya agar menjadi lebih baik dengan cara yang instan. Yuanzhi tidaklah hidup kekurangan, tapi tidak juga memiliki harta berlebih untuk dihamburkan. Sehingga dengan kesadaran dirinya sendiri Yuanzhi mulai mencicil beberapa pekerjaan yang menghasilkan uang-tentu saja dengan bakat dan kemampuan yang bisa dilakukannya. Walau tidak ada keterpaksaan, bahkan sebetulnya orang tua dan kakaknya berkata untuk tidak mengambil pekerjaan. Namun Yuanzhi tetap bersikeras, tidak lain untuk mendapatkan hal yang diinginkannya menggunakan kedua tangannya sendiri tanpa harus membebani keluarganya. Tapi begitu, lambat laun melihat teman-teman seumurannya dengan mudah bisa mendapat apapun yang mereka inginkan dan tanpa melalui kerja keras yang panjang. Membuat rasa ingin disisi hati kecilnya yang lama kelamaan rasa ingin menjadi seperti mereka bertambah besar. Hingga suatu malam, tepat pada saat bulan purnama. Sepulang bekerja dari pekerjaan paruh waktunya disebuah café, Yuanzhi teringat dengan sebuah iklan internet konyol yang berkata. 'Buatlah permintaan tepat pada saat malam bulan purnama.' Yuanzhi yang mungkin dalam alam bawah sadarnya mengharapkan sebuah kejaiban, akhirnya dengan spontan berkata dalam hatinya. Dirinya ingin hidupnya menjadi lebih baik, tidak banyak bekerja keras dan terus mendapatkan apa yang dia inginkan. Yang membuatnya terkejut adalah, pada saat membuka mata keesokan paginya. Permintaan konyolnya benar-benar terkabul. Hidupnya berubah, jauh lebih baik. Menjadi keluarga kaya raya dengan harta yang melimpah ruah. Tapi ada satu hal yang aneh, yang membuat Yuanzhi lambat laun menyesali permintaannya. Tidak banyak bekerja keras, itu benar-benar terkabulkan, tapi dengan cara yang tidak pernah disangkanya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido