Story cover for Dialog Rasa by Dialogsedu
Dialog Rasa
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Jan 15, 2021
Banyak orang yang setiap saat di dalam dirinya selalu dipenuhi dialog mengenai masalah perasaan. Tapi tak banyak orang biasa mengekspresikannya dengan tepat. Mari sama-sama belajar mengenai sudut pandang Dialog Rasa.
All Rights Reserved
Sign up to add Dialog Rasa to your library and receive updates
or
#350dialog
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan) cover
Always, In The Same Place! cover
Yang Tertinggal cover
SMP (sudah Mencintai Pergi) cover
Mencintaimu Dalam Diam cover
Unexpected Relationship [COMPLETED] cover
Sebuah Rasa cover
The Freaky Friend's cover
ONE MORE cover
Gadis Istimewa cover

KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)

22 parts Ongoing Mature

Dua remaja. Dua keyakinan. Satu perasaan yang tumbuh diam-diam... lalu meledak diam-diam. Di balik tatapan mata yang saling mencari, ada rahasia yang tak bisa diucap. Di antara langkah-langkah mereka yang tampak biasa, ada jalan terjal yang tak terlihat oleh siapa pun. Ini bukan kisah cinta biasa. Jere dan Wulan dipertemukan oleh sesuatu yang tak bisa dijelaskan, namun dipisahkan oleh kenyataan yang terlalu jelas untuk diabaikan. Mereka mencoba melawan-kadang dengan keberanian, kadang hanya dengan harapan. Tapi semakin mereka mendekat, dunia seperti menarik mereka menjauh. Setiap pertemuan menyimpan luka tersembunyi. Setiap keputusan menyisakan jejak yang tak kasat mata. Mereka saling mencintai, tapi juga saling menyakiti... karena cinta mereka berjalan di tepi jurang yang rapuh. Dan yang paling misterius dari semuanya: Apakah perasaan itu nyata? Atau hanya bayangan dari sesuatu yang pernah mereka miliki-dan sudah lama pergi? Di balik setiap dialog, setiap diam, setiap janji yang tak pernah selesai diucapkan... ada teka-teki besar: Apakah cinta memang cukup untuk menyatukan dua jiwa yang ditakdirkan berbeda sejak awal? Atau justru cinta-lah yang akhirnya menghancurkan mereka?