ZEERA
  • WpView
    Reads 224
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 20, 2021
(follow dulu sebelum baca ya sist..makasih buat yg follow) "gw capek pengen digendong"!rengek Zee kepada cowok didepannya itu. "gak Lo berat". tanpa pikir panjang Zee langsung melompat tepat dipunggung Azra hingga laki laki itu hampir kehilangan keseimbangan. "ANAK MONYET"!!!! ---------------------- gw sahabat Azra dari embrio,dari kecil Ampe sekarang gw Ama dia kagak pernah pisah.azra itu playboy akut bisanya cuma mainin perasaan cewek.gw aja hampir kecantol. -eh canda kecantol. ----------------------- ini cerita pertama aku,kalau ada typo+tanda huruf yang salah komen aje ye.... CERITA INI AMBIL SISI POSITIFNYA YA WALAUPUN BANYAK BODOHNYA SIH TAPI KALIAN HARUS BIJAK.
All Rights Reserved
#11
zeera
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bizzare Love Triangle
  • ALGARA & ALTARA [End]✓
  • gua abang lo bukan ade lo
  • Possesive Playboy
  • Dua Puluh Menit [END]
  • GEOCEAN [END]
  • Renjana
  • Hypomone {ὑπομονή} || END✓
  • Arsyilazka
  • AlbiSer [End]

Bizzare Love Triangle Ini mungkin akan terdengar seperti kisah klasik. Kami bersahabat. Aku, Justin & Gladys. Kami sahabat dekat. Amat sangat dekat. Itu karena kami satu asrama. Hufflepuff. Asrama yg selalu menjujung tinggi kesetiaan, Loyalitas, rasa toleransi dan kejujuran diatas segalanya. Aku tak pernah menyadari segala perhatian Justin terhadapku. Bahkan hingga semua orang mulai menggosipkan hubungan kami. Aku masih tak terlalu peduli. Karena di mataku. Dia baik pada semua orang. Karena itu memanglah sifat dari semua penghuni asrama ini. Sekelumit masalah mulai terjadi saat aku mulai menyadari kenyataan bahwa aku menyukainya. Aku menyukai semua perlakuan manisnya padaku Dan ambisi itu mulai muncul. Ambisiku untuk memilikinya. Tapi apa yg harus aku lakukan saat sahabatku sendiri Gladys menyukainya. Perasaan yang dimilikinya jauh lebih tulus dari pada apa yang ku rasakan. Dia bahkan menyuruhku untuk segera berpacaran dengan Justin. Apa dia gila?! Aku tak kan melakukan hal konyol itu. Aku mendapat pilihan lain di saat yg tepat. Seorang kapten Quiddicth menembakku. Itu hal yg mengembirakan bukan?! Yaahh aku sangat bahagia saat itu.. Tapi itu adalah awal tragedi....

More details
WpActionLinkContent Guidelines