Hujan tak pernah membawa takdir

Hujan tak pernah membawa takdir

  • WpView
    LECTURAS 5
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, feb 18, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
" hujan tak pernah membawa takdir ke dalam kenangan indah. karena apa? karena langit tidak pernah komitmen." Farasya Arunika Almina. Hujan terus mengguyur deras di halte dekat sekolah, mengingatkannya pada sebuah kenagan yang menyakitkan dalam masa lalu Arunika. Yaitu sebuah peristiwa yang sudah merenggut nyawa kakaknya pada tragedy kecelekaan di musim hujan. Musim hujan yang membawa takdir yang indah malah justru sebaliknya. Suatu hari kejadian di waktu istirahat Arunika tidak sengaja harus berurusan dengan salah satu most wanted kesayangan cewek-cewek se-antero sekolah termasuk teman-teman dekatnya yang sangat tertarik dengan most wanted yang terkenal rupawan tampan di sekolah. Akhirnya Arunika harus menuruti apa yang ia mau kalau tidak sekolah akan menjadi nasib di tangan Arunika karena sekolah ternama itu milik orang tua Aidan Sanjaya. Lalu apakah Aidan akan memahami perasaan Arunika setelah melihat apa yang ia alami di masa lalunya dengan mempercayai hujan sebagai takdir yang indah? Ideku buat sendiri PLAGIAT JEMPLOMU TAK TUGEL !
Todos los derechos reservados
#436
rain
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Senja Yang Sunyi
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  • Valcano
  • Lalu, aku ini siapa? [COMPLETE]
  • Amērta.
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  • ARDHANI [ On-going ]
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • Aksara & Hujan (TERBIT)

Arunika, gadis ceria yang selalu tampak kuat di hadapan teman-temannya, menyimpan luka yang tak terlihat. Di rumah, ia merasa asing dengan kedua orang tuanya-seolah menjadi tamu di tempat yang seharusnya ia sebut rumah. Kakak yang paling ia sayangi telah pergi meninggalkannya, membuat rumah terasa semakin sepi. Satu-satunya tempatnya bersandar adalah sang oma, wanita yang selalu menghangatkan hatinya dengan kasih sayang tanpa syarat. Namun, takdir kembali menguji Arunika. Evan, sosok yang ia percaya akan selalu ada, justru membuatnya kecewa. Dan ketika dunia terasa semakin berat, oma yang paling ia miliki pun pergi meninggalkannya selamanya. Di sekolah, Arunika masih mencoba tersenyum, seolah tak ada yang terjadi. Ia berusaha tetap tegar, meski hatinya perlahan terkikis oleh kehilangan demi kehilangan. Namun, di balik senyum yang ia tunjukkan, ada satu tempat di mana ia bisa benar-benar menjadi dirinya sendiri-danau yang tenang, tempat pelariannya dari dunia yang terus melukainya. Di tepi danau itulah, Arunika merangkai ulang kepingan hatinya yang hancur. Tapi, sampai kapan ia bisa bertahan? Akankah Arunika mampu melewati semuanya dan menemukan kembali cahaya di hidupnya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido