Story cover for Dhira Dan Semestanya  by hamidahnra
Dhira Dan Semestanya
  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Jan 16, 2021
Mature
Berkisah tentang seorang yang memperjuangkan hidupnya dalam menjadi manusia. Berkaitan dengan kepribadian ganda, bipolar disorder serta gejala penyakit mental lainnya.

Dhira adalah sosok yang mungkin bisa jadi sempurna. Dia memiliki dua kepribadian, jika capek atau istilah jawanya "sepaneng" ia tinggal mengubah jiwanya menjadi sosok orang lain. Hmmm sungguh menarik bukan? 

Bagaimanakah jiwa Dhira dapat bersatu? Menjadi Dhira atau orang lain?Mereka beberapa jiwa dalam satu tubuh.

Selamat membaca, semoga bermanfaat.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Dhira Dan Semestanya to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
"Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka" cover
Bond Of Revenge cover
Nadhira [END] cover
𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛 cover
ZAWIL cover
TWIN FLAME { ON Going! } cover
ANTARA DOA DAN RASA cover
Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening cover
"He's mine" cover

"Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"

20 parts Complete

Hidup adalah panggung, dan setiap orang mengenakan topeng. Beberapa topeng begitu sempurna hingga bahkan pemakainya lupa wajah aslinya. Tawa bisa menjadi tirai, senyum bisa menjadi ilusi, dan kata-kata "Aku baik-baik saja" bisa menjadi kebohongan yang paling menyakitkan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang menjalani hari-hari seperti biasa, seperti semua orang lainnya. Ia tertawa bersama teman-temannya, membantu keluarganya, mengisi waktunya dengan hobi, dan menjalani hidup seperti yang seharusnya. Tapi di balik semua itu, ada kehampaan yang tak terjelaskan, ada luka yang tak terlihat, ada pertanyaan yang tak pernah terjawab. Bagaimana rasanya hidup tanpa benar-benar merasa hidup? Bagaimana rasanya berjalan di dunia ini, tetapi tidak pernah benar-benar berpijak? Dan bagaimana jika, suatu hari, semuanya terasa terlalu berat untuk dilanjutkan? "Biarlah" bukan hanya sebuah cerita. Ini adalah perjalanan di antara cahaya dan kegelapan, kebahagiaan yang palsu dan kesedihan yang nyata, antara eksistensi dan kehampaan. Ini adalah kisah yang mungkin terlalu dekat dengan kenyataan-dan mungkin, terlalu sulit untuk diabaikan.