Like a Flowing Wind

Like a Flowing Wind

  • WpView
    Reads 238
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 24, 2021
WpInfo
Fanfic
- Seperti judulnya, kisah ini berjalan seperti angin yang berhembus, terombang-ambing diudara lepas mencari tempat terbaik untuk disinggahi. Kisah klasik yang hanya ada pada dua insan yang sempat lupa jalan pulang. Sang Tuan yang tak pernah lelah mengejar sang pujaan hati. Sampai-sampai rela berjalan diatas ketidakpastian. Sementara sang Puan, masih trauma masa lalu. Jauh, sekan tak pernah bisa digenggam. Diam, seolah tak pernah ada apa-apa. Padahal pada kenyataannya, dia jelas-jelas memiliki perasaan untuknya. Hatinya seakan tak berpenghuni, padahal ada satu nama yang siap mengisi. Lalu, bisakah dia membuka kembali hatinya, menerima sang Tuan, juga berbagi perasaannya. Katanya kesedihan adalah kebahagiaan yang menunggu waktu. Oleh karena itu, patah hati memang sakit. Tapi bukan berarti kamu tidak bisa bangkit dari rasa sakit itu. Selamat menikmati patah hati pada jurang yang akan membawamu ke puncak tebing tertinggi. written since; January 2021
All Rights Reserved
#480
langit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • The Mask (END)
  • SOMEHOW (DAY6 Fanfiction) [COMPLETED]
  • THE PHILOMATH'S ✔️
  • PRINCESS GOVANDO (END)
  • Stop It, Darka! [END]
  • VEXYOPATH
  • Kanaya & Devano [END]
  • Jejak Waktu [Complete]

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines