Real Dreams

Real Dreams

  • WpView
    LECTURAS 54
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, abr 6, 2025
F O L L O W S E B E L U M B A C A [Help me, harap memberi vote sebelum/sesudah membaca] "Mimpi itu datang untuk menjelaskan semuanya." Tentang seorang wanita yang mengalami hal terduga, hamil dengan seorang laki-laki yang merupakan kakak angkatnya. Serta seorang pria tulus yang selalu ada untuk Airin, walaupun kariernya harus hilang, dia akan terus melindungi Airin. Dia harus bersama Airin sampai maut memisahkan mereka. ATTENTION!!!! STORY MY OWN IMAGINATION! DON'T COPY MY STORY! JANGAN SEBARIN HATE COMMENT, AUTHORNYA GAMPANG SAKIT HATI. (•̀ᴗ-)
Todos los derechos reservados
#955
reinkarnasi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Bukan ZONK!
  • SARAH STORY
  • The Birds-Foot Trefoil
  • KEMBALI SMP (END)
  • Alya Dairy[END✔]
  • ARGATA (COMPLETED)
  • REGATHAN [END]
  • Dia Arsen (END)
  • First Love And Last Love(✔)🔚

"Jadi gue harap lo bisa akting" Abel mendongak menatap bingung Aidan "Akting? Untuk apa?" Aidan berdecak. "Hamil!" bentak Aidan ketus. Abel terkesiap Akting hamil? Padahalkan dirinya memang benar-benar hamil! Kegilaan macam apa lagi ini! "Gue harap lo bertindak layaknya wanita hamil" Abel mendengus. Memangnya wanita hamil bertindak seperti apa? "Pokoknya sebelum bayi itu lahir, lo harus bertindak layaknya orang hamil. Jangan lupa setiap bulannya lo harus membesarkan ukuran perut, dan buat se 'real' mungkin biar orang-orang percaya" Abel tersenyum miris mendengar setiap ucapan yang Aidan lontarkan. Bagaimana mungkin dirinya harus berakting layaknya orang hamil, sementara dirinya sendiri hamil tanpa diminta? Aidan langsung berbalik pergi, Abel mendengus. Kemudian menundukkan kepala menatap perut datarnya "Sabar ya sayang, jangan merasa 'aneh' mendengarkan percakapan mama tadi. Seengaknya mama nggak harus nutupi perut mama untuk bulan-bulan selanjutnya kan?" jelas Abel, pada calon bayinya. Setidaknya dengan adanya 'titah' Aidan ini. Mau sebesar apapun perut Abel nanti, ia tak perlu risau, karena pasti Aidan akan menganggap 'perut buncit' Abel itu bohongan. (CERITA SUDAH TERSEDIA LENGKAP DI KARYAKARSA!) Start: 27/6/1

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido