WHISPER RHYMES-

WHISPER RHYMES-

  • WpView
    Reads 283
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 28, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Picture from pinterest Tanpa kepastian Saat perasaan ini juga menjadi rasamu Saat sesak ini bisa dirasakan olehmu Namun tak kunjung ada kepastian Hingga perasaan yang telah lapuk itu Mulai berjalan pergi Lalu mengapa kau masih menggengggam jemariku . . . . . Gadis itu tertunduk, menahan derai air mata yang ingin menghujani wajjah cantiknya.. "maaf bukan maksudku seperti it-" ucapan lelaki rupawan itu terpotong ketika sang gadis yang sedari tadi tertunduk itu menyelanya. "aku udah tau"jawabnya singkat dengan suara serak, seketika pandangan arva beralih menatap manik indah milik arsya "kenapa selalu membohongi dirimu, selalu menyangkal kata hatimu hiks"sekarang benar benar tidak dapat menahn tangisnya. Arva membisu "karena semua perlakuan anda itu,saya merasa malu dengan diri saya sendiri, malu karena berpikir itu semua adalah bentuk bahwa anda mencintai saya,kata kata indah yang pernah anda lontarkaan yang membuat saya berpikir bahwa perasaan saya terbalas, namun apa kenyataannya hanya sebuah lelucon, anda tahu seberapa malu saya? Sseberapa sakit hati saya? tidak ada perempuan yang ingin digantungkan perasaanya oleh seorang lelaki" nada bicara arsya semakin meninggi tak dapat lagi ia menahan dukanya. "selama ini saya selalu menunggu, namun kenapa tak ada kepastian,bahkan saat saya ingin pergi kenapa anda menahannya?"suara arsya melemah, sungguh itu adalah rasa sesak yanng selalun ia pendam seketika keluar dari bibirnya, peraasaan nya sungguh lega, hingga ia tidak menyadari perubahan mimik wajah lawan bicaranya, tangan arva terulur memalingkann wajah arsya tepat didepan wajahnya "dengarkan aku......karena aku juga mencintaimu'
All Rights Reserved
#1
maheswari
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misunderstand
  • JAM 3 SORE
  • ALONE
  • DIARY DAN DARA (√)
  • My Friend Is My Strength
  • IZINKAN AKU MEMILIH [TELAH TERBIT]
  • Moodbooster Ku [REVISI]
  • Soft After Storm
  • ILY Alfarel [Terbit]

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

More details
WpActionLinkContent Guidelines