Luka Kedua

Luka Kedua

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 17, 2021
Gadis malang yang sejak kecil sudah kehilangan cinta pertamanya , melihat kehancuran keluarganya , dan menjadi saksi air mata ibu nya . Kini kembali menangis setelah bertahun-tahun menahan air mata nya agar tidak jatuh . " Jangan bawa Renna , tolong biarkan aku ikut bersama Renna " - Ucap Hamerra ibu dari Renna sambil mengejar mantan suaminya " Aku mohon lepaskan dia,biarkan dia bersama ku " - tangis nya pecah saat ayah dari anaknya itu menepis tangannya " Kamu ga pantas membesarkan anak ku , pergi ! ! ! Anakku tidak butuh ibu seperti mu " - Ucapnya sambil menepis tangan mantan istrinya itu " Bunda Renna mau sama bunda , ayah lepasin Renna , Renna mau bundaa " - tangis nya sambil menjulurkan tangan untuk menggapai sang bunda Setelah dikecewakan berkali kali oleh sosok ayah akankah Pria yang Renna cinta memperlakukan nya seperti ayah nya memperlakukan ibunya dlu ? Inikah yang disebut Luka Kedua ?
All Rights Reserved
#174
menanti
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Regan dan Cintanya [END]
  • Plot Twist Sang Figuran (TERBIT)
  • Penuh Luka (On Going)
  • Duda Tampan Itu Suamiku (Kookmin GS)
  • TURNING 20!!!
  • BAHAGIA ITU LUKA KU
  • Selamat Tinggal Luka (END)
  • SEMESTA TAK MERESTUI

"Aquila hamil anak aku, Bunda!" suara serak itu membuat semua orang terkejut. Aquila yang akan membuka pintu menegang, ia tak menyangka Regan akan sadar saat dirinya belum pergi dari sana. Ditambah lagi kini Renatha menatap Aquila dengan tatapan datar, tak ada senyum hangat seperti biasanya. Gadis itu benar-benar takut dengan apa yang terjadi selanjutnya karena tatapan Renatha benar-benar berbeda. " Kenapa kamu gak jujur? Kamu mau bunuh anak itu atau masih mau mempertanyakan dia ? Bunda kecewa sama kamu Aquila, harusnya kamu ngomong sama Bunda" kata Renatha dengan air mata yang mulai berjatuhan. "Aquila nggak mau masa depan Regan hancur karena anak yang Aquila kandung." jawabnya pelan. "Hidup aku yang akan hancur, kalau kamu pergi begitu aja tanpa memberitahu kebenarannya. Aquila!" tandas Regan, matanya sudah berkaca-kaca karena perkataan Aquila. "Bunda kecewa sama kamu, bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu. Hidup keluarga kami yang akan hancur jika kamu nggak jujur, nak." kata Renatha pelan. Sebagai seorang wanita yang pernah mengalami hal yang sama, tentu Renatha tau betul apa yang Aquila rasakan. Ia juga pernah mengalami itu saat hamil si kembar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines