Annyeong Daffa

Annyeong Daffa

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 24, 2021
"Minggir!! " Ucap Daffa dengan nada ketus. "No.. lo gak boleh pergi kemana pun, sampai lo jawab iya pertanyaan gue! " Cewek dihadapannya ini bagaikan parasit yang mengganggu hidupnya. "gue ulangi lagi pertanyaannya, do you want to be mine?" ucap cewek itu sambil tersenyum lebar yang membuat Daffa risih. "Gilak lo!! " Tunjuk Daffa di wajah cewek berkucir satu itu lalu berjalan melewatinya. "Dafaa!!!" Teriak cewek keras kepala itu sambil berbalik badan agar punggung Daffa dapat dilihatnya. Daffa memberhentikan langkahnya. "Apa yang lo gak suka dari gue? apa yang salah dari gue? Gue cantik, gue pinter, populer. Kenapa lo bisa gak suka dengan cewek sempurna seperti gue? " Dengan penuh percaya diri cewek bermata cokelat itu memuji dirinya. "Karena lo gilak! dan satu lagi lo bukan tipe gue, intinya lo jelek di mata gue, puasss" Setelah menyelesaikan ucapannya Daffa melanjutkan langkahnya. "D A F F A!!!!!! " Teriak cewek itu menggenggam tangannya.
All Rights Reserved
#59
daffa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not You Or Me But We (End)
  • HALOALKANA
  • Aksara Nifa [End]
  • Promise Love
  • GIFA
  • Senja Pembawa Luka
  • NARA ( END )
  • Teman Rasa ... (?)
  • Crazy Couple [End] ✔
  • Misi Kalisa (End)

[Completed] "Maaf kalau lo nggak suka saat gue buat keputusan sepihak kaya gini,maaf juga kalau sikap gue ke elo berlebihan.tapi disini posisi gue adalah pacar elo,jadi wajar kan kalau gue ngelakuin ini?" kay meneteskan air matanya ia tak kuasa menahan rasa panas yang ada di mata dan hatinya melihat kekasihnya pergi dengan wanita lain tanpa sepengetahuaannya. Dafa masih terdiam melihat gadisnya menitihkan air mata,tanpa berkata kata lagi dafa langsung menarik kay kedalam pelukannya. "Sorry,"bisik dafa lirih. Kay melepas peluksn hangat dafa,ia menatap mata pria itu dengan lekat. " kenapa semudah itu lo minta maaf?apakah se-enggak berarti itukah gue dihidup elo?gue capek,beri gue waktu buat mikir ulang tentang hubungan ini.bye."ucap kay untuk yang terakhir kalinya pada siang itu,air matanya terus mengalir tak tebendung. Ia tidak pernah tahu jika mencintai seseorang bisa sesakit ini rasanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines