Annyeong Daffa

Annyeong Daffa

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 24, 2021
"Minggir!! " Ucap Daffa dengan nada ketus. "No.. lo gak boleh pergi kemana pun, sampai lo jawab iya pertanyaan gue! " Cewek dihadapannya ini bagaikan parasit yang mengganggu hidupnya. "gue ulangi lagi pertanyaannya, do you want to be mine?" ucap cewek itu sambil tersenyum lebar yang membuat Daffa risih. "Gilak lo!! " Tunjuk Daffa di wajah cewek berkucir satu itu lalu berjalan melewatinya. "Dafaa!!!" Teriak cewek keras kepala itu sambil berbalik badan agar punggung Daffa dapat dilihatnya. Daffa memberhentikan langkahnya. "Apa yang lo gak suka dari gue? apa yang salah dari gue? Gue cantik, gue pinter, populer. Kenapa lo bisa gak suka dengan cewek sempurna seperti gue? " Dengan penuh percaya diri cewek bermata cokelat itu memuji dirinya. "Karena lo gilak! dan satu lagi lo bukan tipe gue, intinya lo jelek di mata gue, puasss" Setelah menyelesaikan ucapannya Daffa melanjutkan langkahnya. "D A F F A!!!!!! " Teriak cewek itu menggenggam tangannya.
All Rights Reserved
#239
acha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Couple [End] ✔
  • ARGA [REVISI]
  • Teman Rasa ... (?)
  • Senja Pembawa Luka
  • ALESYA (END)
  • GIFA
  • PACAR CUEK
  • Misi Kalisa (End)
  • One Change From You I Want
  • Aksara Nifa [End]

"Tapi lo beneran nggak marah sama gue, kan?" "Nggak kok." "Serius?" "Susah juga buat marah sama lo," tukas Arraja cuek, tapi berhasil membuatku melengkungkan senyum tipis. "Habis, kalau gue marah beneran, gue takut..." Arraja menatapku dalam-dalam. Senyumku terkulum semakin lebar, siap mendengar kata-kata bucin dari Arraja. Jika benar itu terjadi, harusnya aku menyiapkan ponsel untuk merekam suara Arraja yang akan berkata romantis kepadaku. Pasalnya, bisa dihitung pakai jari berapa kali Arraja mengucapkan kata-kata manis yang sukses membuatku terharu. "... gue takut lo bunuh diri, Ay." "Triple O em ji... kok bunuh diri? Gue nggak ada niat sampai ke arah situ ya!" Aku berdiri, memalingkan muka ke arah lain. Kurang ajar! Kukira dia hendak mengucapkan kata-kata manis. "Ya iya... coba bayangin kalau gue marah sama lo, ngediamin elo, bahkan ninggalin elo. Apa lo nggak merasa sedih? Dan hal itu nggak menutup kemungkinan membuat lo jadi frustrasi, terus bunuh diri." "Dasar cowok gila!" "Lo nggak sadar diri? Lo juga gila! Kita berdua kan sama-sama crazy!" Genre : Action, Drama, Romance, Comedy.

More details
WpActionLinkContent Guidelines