Annyeong Daffa

Annyeong Daffa

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 24, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Minggir!! " Ucap Daffa dengan nada ketus. "No.. lo gak boleh pergi kemana pun, sampai lo jawab iya pertanyaan gue! " Cewek dihadapannya ini bagaikan parasit yang mengganggu hidupnya. "gue ulangi lagi pertanyaannya, do you want to be mine?" ucap cewek itu sambil tersenyum lebar yang membuat Daffa risih. "Gilak lo!! " Tunjuk Daffa di wajah cewek berkucir satu itu lalu berjalan melewatinya. "Dafaa!!!" Teriak cewek keras kepala itu sambil berbalik badan agar punggung Daffa dapat dilihatnya. Daffa memberhentikan langkahnya. "Apa yang lo gak suka dari gue? apa yang salah dari gue? Gue cantik, gue pinter, populer. Kenapa lo bisa gak suka dengan cewek sempurna seperti gue? " Dengan penuh percaya diri cewek bermata cokelat itu memuji dirinya. "Karena lo gilak! dan satu lagi lo bukan tipe gue, intinya lo jelek di mata gue, puasss" Setelah menyelesaikan ucapannya Daffa melanjutkan langkahnya. "D A F F A!!!!!! " Teriak cewek itu menggenggam tangannya.
All Rights Reserved
#383
daffa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HALOALKANA
  • Crazy Couple [End] ✔
  • MY Expectation (FINISH)
  • Teman Rasa ... (?)
  • Stay (Away)
  • One Change From You I Want
  • Aksara Nifa [End]
  • Senja Pembawa Luka
  • Promise Love
  • RASA [Sedang Revisi]

Sosok Alda yang dingin selalu di hadapkan dengan Kana, cewek keras kepala dan sangat ambisius. Sampai mereka terlibat hubungan pekerjaan yang rumit. "Gue terlalu bego buat lo yang terlalu baik, Kana. Gue cowok pengecut yang nggak berani ngomong jujur ke lo. Gue tahu lo udah tersakiti, itu kenapa gue nggak mau lebih nyakitin lo. Satu hal yang sangat gue sesalin sekarang. Gue belum sempat ngomong, kalau gue mencintai lo Kana Agnesa." ~Alda Nugraha~ Kana terus memikirkan apa yang terjadi di dalam hidupnya, satu persatu sosok laki-laki yang ia sayang terus mengkhianatinya. Sampai ia menanamkan harapan penuh pada sosok Alda yang bahkan belum bisa menerima kehadirannya. Melepaskan orang yang berharga dalam hidup kita memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menyembuhkan rasa sakit hati karena di khianati oleh orang yang kita sayang juga tidak semudah mengatakan ikhlas. Entah bagaimana Kana melanjutkan hidupnya setelah kepergian Alda. Apakah mereka akan dipertemukan kembali dikehidupan masa depan. Atau justru mereka perlahan akan saling melupakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines