ANGKASA
  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 25, 2021
Bulan Yang menerangi Angkasanya "Lo ga tau siapa gw? " tanya laki laki itu. "Kenapa aku harus tau kamu, emngnya kamu sepenting itu" ujar bulan sinis. Perkataan bulan membangkitkan amarah laki laki itu. "Beraninya lo bilang kaya gitu ke gw, Lo nantangin gw hah? " laki laki itu berteriak didepan wajah bulan. "Kenapa emng? Aku disini cuma belain yang bener, kamu yang salah udah iket dia ditengah lapangan". Laki laki itu tersenyum sinis. Mendekatkan bibirnya kearah telinga Bulan. "Lo salah udah berurusan sama gw" bisiknya dengan suara dingin. Laki laki itu menjauhkan wajahnya. "Gw jamin hidup lo akan menderita selama sekolah disini inget itu" lanjutnya.
All Rights Reserved
#69
fakboi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BULAN (END)
  • BULAN [END]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • Crash Into You [END-BOOK VERSION]
  • Bulan Matahari
  • Bulan (END)
  • Epilog Tanpa Prolog
  • Angkasa | Just You [Completed]

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines