KEYSA
  • WpView
    Reads 837
  • WpVote
    Votes 465
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 1, 2026
Keyla tahu betul bedanya fiksi dan realita. Di novel, tatapan mata hazel itu berarti cinta. Tapi di dunia nyata, bagi Haksa Adistira, tatapan itu mungkin hanya sekadar keramahan biasa, sama seperti caranya tersenyum pada ibu kantin atau menyapa semua perempuan di kampusnya. Berawal dari pertemuan tak sengaja di pojok toko buku, Keyla terjebak dalam labirin perasaan. Haksa itu hangat, tapi kehangatannya dibagi ke semua orang. Haksa itu perhatian, tapi perhatiannya tak pernah eksklusif. Di saat orang ketiga mulai ikut campur, Keyla tersadar, apakah dia memang pemeran utama di hidup Haksa? Atau cuma salah satu pembaca di antara kerumunan penggemar laki-laki itu? "Kak, jangan bikin aku merasa istimewa kalau cara kakak menatapku sama saja dengan cara kakak menatap dunia."
All Rights Reserved
#57
sijeuni
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GISTARA (TERBIT)
  • Two of Arsa and Harsa
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • DANADYAKSA
  • Kue Manis & Rasa Pahit | Hyuckna
  • Bucin Ala Al [END]
  • [NCT DREAM] Seven Boys In My Life || arasweetstrawberry ✔
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |

Agasthya Raka Dewantara selalu hidup di bawah bayang-bayang sempurna kakaknya yang telah tiada. Tak ada hari yang berlalu tanpa perbandingan menyakitkan dari keluarganya, membuat kasih sayang sang ibu terasa seperti jarak yang mustahil untuk dijangkau. Ketidakadilan ini kerap membuat Raka bertanya-tanya: apakah dirinya memang hanya sekadar bayangan dari sosok yang lebih baik? Di balik wajah tampannya dan posisi bergengsi sebagai kapten tim basket di International High School Lawrence, tersimpan kegetiran yang terus membebani hatinya. Semesta tampaknya enggan memberinya jeda, dari tekanan keluarga hingga beban tanggung jawab yang terus bertambah. Hingga suatu hari, di tahun ketiga masa sekolahnya, hidup Raka berubah saat ia bertemu dengan Afiza Niskala Rumaysa-seorang gadis baru yang polos dan apa adanya. Niskala tidak hanya membawa kehangatan, tetapi juga cahaya yang tak pernah dirasakan Raka sebelumnya. Perlahan, kehadiran Niskala mematahkan dinginnya hati Raka, membuatnya melihat bahwa mungkin ada cara lain untuk mencintai dirinya sendiri dan menerima kenyataan hidupnya. Namun, ketika cobaan demi cobaan kembali menerjang, mampukah Raka berdiri teguh dan melangkah maju? Akankah Niskala menjadi sosok yang setia menemani langkah Raka melewati badai kehidupan, ataukan ia justru menjadi alasan baru untuknya kembali terpuruk? Novel ini adalah kisah tentang pencarian makna kasih sayang, penerimaan diri, dan harapan yang tak pernah padam, meski di tengah gelapnya bayangan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines