KEYSA
  • WpView
    Reads 829
  • WpVote
    Votes 465
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 1, 2026
Keyla tahu betul bedanya fiksi dan realita. Di novel, tatapan mata hazel itu berarti cinta. Tapi di dunia nyata, bagi Haksa Adistira, tatapan itu mungkin hanya sekadar keramahan biasa, sama seperti caranya tersenyum pada ibu kantin atau menyapa semua perempuan di kampusnya. Berawal dari pertemuan tak sengaja di pojok toko buku, Keyla terjebak dalam labirin perasaan. Haksa itu hangat, tapi kehangatannya dibagi ke semua orang. Haksa itu perhatian, tapi perhatiannya tak pernah eksklusif. Di saat orang ketiga mulai ikut campur, Keyla tersadar, apakah dia memang pemeran utama di hidup Haksa? Atau cuma salah satu pembaca di antara kerumunan penggemar laki-laki itu? "Kak, jangan bikin aku merasa istimewa kalau cara kakak menatapku sama saja dengan cara kakak menatap dunia."
All Rights Reserved
#11
haksa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kue Manis & Rasa Pahit | Hyuckna
  • DANADYAKSA
  • KAY (Nerd Boy X Cheerful Girl) [Telah Terbit]
  • diagnosis hati
  • Masa SMK ✅
  • Two of Arsa and Harsa
  • GISTARA (TERBIT)
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Bucin Ala Al [END]
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |

Haechan > Harsa Jaemin > Dikara Dikara cuma seorang penjaga toko. Takdirnya nggak semulus orang lain. Dia dituntut dewasa lebih cepat demi adik-adiknya, dan diminta mengalah terus-menerus demi kakak-kakaknya. Jadi bagian dari sandwich generation bukan hal yang mudah. Setiap hari, ada saja konflik, baik di rumah, maupun di tempat kerja, yang entah kenapa selalu berakhir di pundaknya. Yang Dikara inginkan sederhana, Sedikit ruang untuk bernapas. Menikmati sisa gaji yang pas-pasan untuk secangkir kopi di pinggir jalan, atau membeli kue manis yang dulu cuma bisa ia lihat dari balik etalase. Tapi hidup tak pernah benar-benar memberi jeda. Ekonomi keluarganya yang timpang membuat Dikara jadi seperti aset, dipakai untuk membayar semua biaya hidup masa lalu yang bukan salahnya. Sampai suatu hari, takdir sebagai kasir mempertemukannya dengan Harsa, seseorang yang sejak kecil punya segalanya, yang hidupnya tampak mudah dan nyaris tanpa luka. Namun justru Harsa lah yang menolak semua privilege-nya. Ia memilih kebebasan dengan cara yang tak biasa, dan perlahan, tanpa sadar, menarik Dikara masuk ke dalam labirin miliknya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines