Story cover for Home Problem's by havvasptri
Home Problem's
  • WpView
    LECTURAS 15
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 15
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado ene 17, 2021
-

"Manaaaa si yang namanya keluarga?kaya gimanaa!!!" Teriak gadis yang sudah berderai air mata,matanya sembab,wajahnya pucat dan tubuhnya bergetar.Ia tau akan terjadi hal yang menyakitkan setelah menit ini.

"Tutup mulut lo sampah,udah dibesarkan,di kasih makan segala macem.Masi berani kamu bicara nada tinggi?" Ujar seorang wanita.

"Dasar ya anak gatau diuntung sukur-sukur lo bisa hidup enak disini,lihat orang lain buat makan aja susah!" Sambung pria berperawakan tinggi.

"Hidup enak?!apanya yang hidup enakk?disini aku selalu sengsara,asal kalian tau aku lebih milih hidup diluar sana sebagai orang yang susah makan daripada hidup enak tapi punya orang tua kaya kalian!" Teriakan terakhir sebelum dirinya pingsan tak sadarkan diri.

-
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Home Problem's a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#23goodgirls
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat de zei_llyn
18 partes Continúa
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Korban silaturahmi [TAMAT] cover
Nayara [ TERBIT ] cover
LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty cover
LOSER'S HAPPINESS (END) cover
Aku dan Luka [Sudah Terbit]  cover
The Letter From Korea cover
Say Goodbye [ON GOING] cover
Our Times (Completed)  cover
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover

Korban silaturahmi [TAMAT]

46 partes Concluida

[Selamat membaca] ◌Dalam tahap revisi◌ Angin berhembus menerpa rambut Glory, rumput dan bunga bergoyang seakan menikmati suasana tenang. "Maafkan gue yang dulu dan sekarang." Gio menatap Glory sekilas "Gue mencoba memaafkan nya." ucap Glory Semuanya hening, desiran angin menerpa rumput-rumput masih menemani mereka. "Kembalilah ke gue." Gio menggenggam tangan Glory. Namun Glory menepisnya "Sudah cukup sandiwaranya? tidak ada yang perlu di katakan lagi? Gue pulang.besok hari bahagia." Glory bangkit dan meninggalkan Gio sendiri di sana. "Gue tau ini salah gue,Glory.tapi tolong mengerti keadaan dan situasi apa yang gue hadapi, sekali aja lu ngertiin posisi gue tapi lu gak pernah. Gak pernah ngertiin gue sama sekali." Teriak Gio prustasi Glory yang belum jauh dari sana menghela napas, "Gue tau gue gak pernah ngertiin lu makannya gue memilih menjauh dari lu, biar lu mendapatkan orang yang selalau bisa mengerti situasi dan keadaan lu." Glory mengusap air matanya dan berlari pulang. Cerita seseorang yang mengorbankan segalanya demi mendapatkan cinta sejati, cinta bukan hanya sekedar kasih sayang dan takut kehilangan. Namun sebuah kata yang sangat berarti di kehidupan. saling melangkapi, memahami satu sama lain dan menerima kekurangan dan kelebihan. Tidak bersatu bukan mungkin berpisah tapi batas dan adanya jarak yang mempersulit mereka. Situasi, keadaan tidak mendukung mereka untuk bersama.