MAAFKAN AKU AYAH

MAAFKAN AKU AYAH

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 23, 2021
seorang anak kecil yang berumur 10 tahun bernama Rara anggita yang sering disiksa ayah kandungnya sendiri namun setelah itu dia sering kelelahan dan pingsan dan saat dicek oleh gurunya ke dokter dan ternyata dia punya penyakit kanker otak yang stadium akhir ,tetapi Rara tetap kukuh untuk merahasiakan penyakit ini dari ayahnya, karena dia yakin ayahnya pasti tidak akan peduli pada dirinya, hari-hari telah berlalu ayahnya tidak peduli padanya malah dia sering ditinggal sendirian dirumah hanya Rara dan pembantunya dirumah ,hingga suatu hari saat ayah Rara pulang tiba-tiba hampir ditabrak mobil untung saja akan kecil yang mau menolongnya dan itu adalah anaknya sendiri yaitu Rara ;). sungguh terlambat bagi ayah Rara menyesali perbuatannya itu ,Rara langsung dilarikan kerumah sakit Dan ayahnya baru mengetahui bahwa Rara mengidap kanker otak stadium akhir, dan hidup Rara tidak akan lama lagi ,saat Rara sudah meminta maaf dan mengungkapkan perasaannya kepada ayahnya , dia menangis ,dan detak jantung Rara saat itu telah tiada :) , Rara meninggal dunia ....
All Rights Reserved
#180
moral
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Strong Boy (End)
  • TIGA SAYAP BURUNG
  • Skenario Indah Dari ALLAH
  • transmigrasi gadis pemalas[END]
  • PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)
  • 𝗗𝗮𝗿𝘂𝗻𝗮
  • Mata Si Lala
  • DIA FIGURAN
  • kenzi laska Abraham

Deskripsi Cerita: Laras - seorang ibu usia 48 tshun harus merawat anaknya arkan pratama wijaya yang di usia 13 tahun divonis mengidap Pulmonary Hypertension - penyakit langka yang perlahan mencuri kehidupannya. Sejak saat itu, dunia Laras berubah. Rumah kecil mereka bukan lagi sekadar tempat tinggal, melainkan ruang perjuangan - ruang doa, ruang tangis, ruang harapan... dan sering kali ruang perpisahan yang ditunda oleh cinta seorang ibu. Arkan tumbuh menjadi pemuda 20 tahun yang sabar, pengertian, dan penyayang meski tubuhnya semakin lemah. Hidupnya berteman dengan alat nebulizer, oksigen portable, obat-obatan pahit, dan terapi yang tak pernah usai. Bagi Laras, Arkan bukan hanya anak - dia adalah alasan napasnya. Tidak ada hari tanpa doa, tidak ada malam tanpa tangis lirih, memohon pada Tuhan untuk diberi waktu lebih lama bersama anaknya. Namun hidup adalah tentang menerima - tentang melepaskan di waktu yang paling tidak diinginkan. Cerita ini bukan hanya tentang sakitnya kehilangan, tapi juga tentang perjuangan, ketulusan cinta seorang ibu, dan bagaimana Laras bangkit dari keterpurukan... menjalani hari-harinya tanpa Arkan, namun selalu hidup dalam kenangan dan doanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines