"Kamu udah pernah janji ke aku, untuk selalu menerima semua kekurangan yang ada didalam diriku, dimana janji itu sekarang?" - lirih Trisha
"Ck, siapa suruh percaya sama janji palsu gw" - Daffin
________________
Salah ya mencintai dia?
Wkwkwk, makanya jadi orang jangan baperan gini kan hasilnya, aku menderita sendirian, tanpa ada yang peduli....
Kenapa hidupku serumit dan sesakit ini?
Apa aku membuat kesalahan yang begitu besar dimasa lalu?
Jika air mata bisa diukur, bisakah aku mendapatkan kebahagiaan walau hanya sedikit?
Aku muak karena selalu memberikan senyuman palsu yang kalian anggap manis, Kenapa tidak ada yang pernah sadar kalau itu merupakan senyuman terpahit ku?
Memang sepertinya cuman aku doang yang berjuang di hubungan ini....
Nyesek, tapi ini bukan menjadi masalah bagiku, aku mencintai dia....
Sungguh, aku mencintai dia.
Dia memang benar kalau kita seharusnya jangan terlalu percaya pada manusia, itu akan menjadi sangat menyakitkan jika dia mengkhianati kamu....
Apa aku harus menyerah, lagi?
Rasanya aku ingin berteriak kembali!
Apa aku tidak bisa bahagia? Sekali lagi, kenapa aku tidak bisa bahagia? Kenapa? Kenapa? Kenapa, Kehilangan orang yang sangat kita percayai itu sangat menyakitkan?
Bunda, ayah, sahabat bahkan kamu juga ikutan pergi dari hidupku.
Bolehkah aku ikut bunda ke atas sana? Mungkin, hidupku akan jauh lebih baik dari ini.
_______________
"Fin!! Janji ya untuk bakalan selalu disamping gw!" - Trisha
"Iya Sha, ahaha" - Daffin
-
"Fin? Bukannya kamu bakalan selalu ada disamping gw? Bukannya Lo bakalan nikahin gw?" - Trisha
"Maaf sha, aku lebih mencintai wanita lain dibandingkan dirimu" - Daffin
(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA.
"Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!"
Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam.
"Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini."
"Orang kayak lo emang pantes dapet temen?"
"Makanya gak usah belagu! Dasar babu!"
Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan.
Mengapa begitu banyak orang yang membencinya?
Apa salahnya?
Di mana letak kekurangannya?
"Urus diri lo sendiri!"
"Dasar manja!"
"Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois."
Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri.
Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca.
Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa.
....
Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.