Benim Dünya / Duniaku

Benim Dünya / Duniaku

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 11, 2021
Duniaku amatlah gelap, begitu gelap hingga aku berpikir aku tidak hidup di dunia ini melainkan neraka. yang setiap harinya mencekikku, hingga aku tak mampu bernafas. Duniaku amatlah sunyi, hingga tak satupun gelombang bunyinya mampu membangunkan aku dari kesakitan ini. Duniaku begitu sepi, hingga tak satu pun bersedia untuk aku sandari. ***** Şuhan Zaynep Abdullah seorang gadis keturunan Indo-Turki yang baru saja menemukan cinta yang dapat membangunkannya dari gelap dan sunyinya hidup menuju dunia yang kini amat terang penuh kehangatan. Namun sayang semua itu kembali terenggut dari hidupnya, lagi dunianya dikelilingi oleh kegelapan. Cinta yang dipikirnya akan mengubah dunianya, malah menjadi awal ia menuju kegelapan sesungguhnya. menyisakan api kemarahan, kebencian dan rasa sakit yang membuat dunianya semakin terpuruk ke jurang terdalam. Mampukah Şuhan kembali bangkit, mengubah dunianya yang gelap agar kembali bercahaya? Penasaran baca langsung aja kuyyy!!!
All Rights Reserved
#169
kabur
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • 𝐅𝐫𝐢𝐞𝐧𝐝 : 𝐒𝐮𝐧𝐚 𝐑𝐢𝐧𝐭𝐚𝐫𝐨𝐮 [ 𝐄𝐍𝐃 ]
  • Perfect Duet
  • psychologycal
  • Lovesick | Terbit 17 Feb 2020 |

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines